Gerakan Sejuta Hand Sanitizer Jadi Harapan Pekerja di Jalanan

BAGIKAN - Gerakan Sejuta Hand Sanitizer membagikan pembersih tangan kepada sopir taksi.

JAKARTA, insidepontianak.com – Gerakan Sejuta Hand Sanitizer yang digagas jaringan alumni Universitas Airlangga Surabaya jadi harapan bagi mereka yang menggantung hidup di jalanan. Gerakan ini menggandeng berbagai komunitas dan organisasi menyalurkan pembersih tangan kepada kelompok masyarakat yang rentan terpapar Covid-19. Antara lain pedagang kali lima, penjaga warung makanan, pengemudi ojek online, pemulung, penyanyi jalanan, bahkan petugas non medis.

Beberapa organisasi yang terlibat di antaranya Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Jakarta, Persatuan Alumni GMNI Tangerang, Badan Koordinasi (Badko) HMI Jabodetabeka-Banten, Forum Alumni HMI Wati di Jakarta, Pengurus Besar Ikatan Keluarga Mahasiswa/Pelajar Indonesia (PB IKAMI) Sulawesi Selatan di Jakarta, Komunitas Berbagi Berkat Klaten di Jawa Tengah, Kelompok Penyanyi Jalanan di Bogor, hingga Pengurus Masjid Puri Indah, dan Yayasan Palanta Peduli di Sukabumi, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Sedikitnya 1.620 botol hand sanitizer berbagai ukuran didistribusikan dari Posko Gerakan Sejuta Hand Sanitizer melalui Jaringan Ksatria Airlangga-Jatim for Indonesia (JaKA-JFI) dalam batch kedua. Area penyebarannya meliputi Banten, DKI, Jabar dan Jateng.

“Kami tidak memandang organisasi, lembaga atau komunitas itu besar atau kecil, semuanya kami gandeng, dan yang penting seluruhnya mempunyai komitmen untuk mendistribusikan kepada mereka yang membutuhkan,” kata Humas Gerakan Sejuta Hand Sanitizer, Fryda Lucyana.

Pada batch ketiga, gerakan ini juga sudah menggandeng organisasi lain yaitu DPP KNPI yang akan mendistribusikan di wilayah DKI Jakarta, Dewan Energi Mahasiswa akan membagikan di daerah Tasikmalaya dan sekitarnya, Gerakan Pemuda Ansor di Kecamatan Mauk Tangerang, Komunitas RCI Peduli di daerah rusunawa Jatinegara Jakarta Timur, Pengurus Masjid At-Taqwa di daerah Matraman Jakarta Timur, Forum Alumni Nusantara Sehat Indonesia (Fansid) di daerah Pesanggrahan Jakarta Selatan, DPP GMNI di daerah Bojong Gede Bogor, IMM di daerah Kramat Jati Jakarta Selatan, Masjid Al Hurriyyah Puri Indah di daerah Kembangan Jakarta Barat, Family Center di daerah Komplek Polri Tambak Jakarta Timur, dan Komunitas Depok Lawan Corona di daerah Cinere Depok.

Fryda berharap dapat bekerja sama juga dengan berbagai organisasi, komunitas, ormas, ataupun lembaga, dari berbagai latar belakang, tanpa memandang suku, ras dan agama.

Terpisah, inisiator Gerakan Sejuta Hand Sanitizer, Didik Sasono Setyadi mengatakan dengan menggandeng berbagai pihak, gerakan ini ingin memupuk dan melestarikan budaya asli bangsa, yaitu budaya gotong-royong.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur, khususnya para alumni Universitas Airlangga, rekan-rekan saya para pekerja hulu migas di seluruh Indonesia, serta siapa pun yang telah mendonasikan rezekinya sebagai bentuk kepedulian untuk mendukung Gerakan ini, semoga Tuhan membalasnya,” tutupnya. (rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *