Kawat Layangan Hantam Jaringan, Listrik Sebagian Kubu Raya Padam

AMANKAN - Petugas merazia pemain layang-layang di daerah Siantan, Kecamatan Pontianak Utara kemarin. (ISTIMEWA)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Aliran listrik di Jalan Ayani 2, Arteri Supadio, Jalan Parit Haji Muhsin, Jalan Nurul Huda dan sekitarnya padam Sabtu (18/4/2020) sore. Hal ini diakibatkan kawat layangan yang kembali menghantam jaringan listrik di dekat Kantor Bupati Kubu Raya.

“Saya melihat ada kawat layangan yang melintas di jaringan listrik dekat Kantor Bupati Kubu Raya, tak lama terdengar ledakan disertai percikan api, suaranya cukup keras sekali,” cerita warga Jalan Wonodadi 1, Hambali.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, akhir-akhir ini mulai marak warga yang bermain layang-layang. Dia merasa resah lantaran tidak sedikit warga yang dirugikan. Selain mengganggu aliran listrik yang mengakibatkan padam, layangan dengan tali kawat dan gelasan juga mengancam keselamatan jiwa warga yang kebetulan melintas di jalan.

Kejadian serupa juga terjadi Jum’at (17/4/2020). Kabel Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) di Jalan Adisucipto putus akibat tali layang-layang. Kejadian tersebut menyebabkan padam listrik. Butuh waktu satu jam untuk petugas PLN melakukan perbaikan dan menormalkan aliran.

Gangguan listrik yang disebabkan oleh kawat layang-layang juga sering terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya. Masih banyak anak-anak bahkan orang dewasa yang bermain layang-layang di sore hari, seperti di daerah Siantan, Kota Baru, Sei Jawi, Jeruju, dan Ampera.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sangat menyesalkan masih banyak warga masyarakat yang belum sadar akan bahaya bermain layang-layang. Melalui Satpol-PP Kota Pontianak, pihaknya akan terus melakukan razia untuk menertibkan para pemain, penjual, bahkan pembuat layang-layang.

“Dalam situasi pandemi Covid-19, anak-anak ini kita liburkan aktivitas belajar di sekolah agar bisa tetap berada di rumah, malah pada main layang-layang. Kita akan intensifkan lagi razia dan menindak tegas para pembuat, panjual, dan pemain layang-layang,” tegas Edi.

Manager PLN UP3 Pontianak, Didi Kurniawan Abuhari mengatakan kawat kayang-layang menjadi penyebab utama gangguan listrik di Kota Pontianak, Kubu Raya dan sekitarnya. Keberadaannya sudah sangat meresahkan karena mengancam keberlangsungan pasokan listrik ke rumah-rumah pelanggan.

“Kami berharap dukungan dan kepedulian warga untuk bersama-sama menjaga keandalan pasokan listrik, minimal dengan cara tidak bermain layang-layang terutama yang bertali kawat. Sekuat apa pun kami berusaha menjaga keandalan pasokan listrik namun jika masih banyak masyarakat yang tidak peduli dan masih tetap bermain layang-layang pastinya usaha kami tersebut tidak akan bearti apa-apa,” ungkap Didi. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *