Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Aktivitas Penerbangan

LENGANG - Bandara Rahadi Oesman Ketapang lengang usai dilakukan pemberhentian aktivitas penerbangan sementara sebagai antisipasi penyebaran Corona, Minggu (26/4/2020). (FAUZI/insidepontianak.com)

KETAPANG, insidepontianak.com – Untuk memutus mata rantai pandemik Covid -19,  Bandara Rahadi Oesman Ketapang resmi menghentikan sementara layanan penerbangan komersial berjadwal dan tidak berjadwal mulai Sabtu 25 Maret hingga 31 Mei 2020 mendatang.

Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Amran Hamid mengatakan pemberhentian ini merujuk Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idulfitri Tahun 1441 Hijriah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus (Covid-19).

Bacaan Lainnya

“Untuk pegawai kita tetap beraktivas seperti biasa hanya saja penerbangan yang diberhentikan sementara waktu hingga 31 Mei 2020,” terangnya, Minggu (26/4/2020).

Amran melanjutkan, kebijakan ini berlaku tidak hanya untuk transportasi udara tetapi berlaku untuk perhubungan baik udara, laut, termasuk kereta api.

“Hanya saja untuk batas waktu pemberhentian sementara penerbangan, bukan waktu permanen. Karena kemungkinan adanya perubahan tergantung perkembangan persoalan Covid-19 apakah berkurang atau bertambah,” jelasnya.

Sejak kasus Covid-19 merebak, memang operasional penerbangan mengalami penurunan penumpang hingga 50 persen dari beberapa rute. Seperti Pontianak-Ketapang, Ketapang-Pontianak, Ketapang-Semarang, dan Semarang-Pontianak.

“Kalau waktu normal sehari ada enam kali penerbangan yang setiap penerbangan penumpang bisa 60-70 orang. Namun sejak Corona penumpang hanya sekitar 20 orang, bahkan pernah hanya satu orang saja penumpang yang datang,” akunya.

Amran menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti otoritas Bandara Pontianak, maskapai, dalam implementasi kebijakan dan kelancaran kegiatan operasional di lapangan. Selain itu pihaknya mengimbau bagi masyarakat yang sudah memiliki tiket dengan jadwal penerbangan pada periode tersebut, agar menghubungi pihak maskapai untuk melakukan refund, reroute, atau reschedule.

“Harapan kita dengan adanya kebijakan ini tentu dapat membantu pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia secara signifikan. Kami harap kebijakan ini dapat dipatuhi bersama dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dapat berjalan dengan tertib dan lancar demi keselamatan dan kebaikan kita bersama,” pungkasnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *