SAC Wacanakan Bangun Taman di Makodam XII Tanjungpura

Pendiri SAC Sujiwo saat meninjau rencana lokasi pembangunan taman di Makodam XII Tanjungpura.(Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak – Komunitas pencinta lingkungan atau Sahabat Alam Community (SAC) berencana membangun taman di lingkungan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XII Tanjungpura. Rencana tersebut kabarnya akan direalisasikan dalam waktu dekat ini.

Pendiri yang juga pembina Sahabat Alam Community, Sujiwo mengatakan, jika pembangunan taman di Makodam XII Tanjungpura itu terealisasi, maka akan menambah daftar taman yang dibangun oleh SAC. Sebab, sebelum sudah banyak taman yang dibuat oleh komunitas yang didirikan atas dasar kecintaan terhadap kelestarian alam tersebut.

Bacaan Lainnya

Beberapa taman yang sebelumnya dibuat antara lain di Denhanud 473 Paskhas, Yonko 465 Paskhas, Lanud Supadio, Sat Brimob Polda Kalbar, Kompi Pelopor, Lantamal XII Pontianak, beberapa pondok pesantren dan sejumlah tempat lainnya.

“Menanam pohon merupakan bentuk upaya SAC melestarikan alam dan menjaga keasrian lingkungan. Taman yang kami bikin itu kemudian kami hibahkan kepada institusi, pondok pesantren, rumah ibadah, dan tempat-tempat lain,” kata Sujiwo, Kamis (30/4/2020).

Sahabat Alam Community merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan. Didirikan sejak 2015 silam, komunitas yang digawangi oleh bermacam individu dari berbagai latar belakang itu telah banyak melakukan aktivitas terkait pelestarian alam, seperti menanam pohon hingga penyediaan bibit tanaman gratis.

Sujiwo menjelaskan, ide awal pendirian komunitas tersebut ialah menghimpun orang-orang yang punya kesamaan visi bahwasanya bumi harus diselamatkan.

“Sebelum mendirikan SAC, pada tahun 2009 lalu saya sebetulnya sudah mendirikan komunitas Ciling (Cinta Lingkungan) Borneo. Karena tidak berkembang, di tahun 2015 terbentuklah SAC yang dikombinasi dengan bersepeda. Itu supaya yang berminat untuk gabung ke SAC banyak. Ternyata, memang banyak mereka yang gemar bersepeda yang bergabung dengan kita,” paparnya.

Menurut Sujiwo, bumi semakin hari semakin panas. Itu terjadi lantaran pemanasan global. Akibat pemanasan global yang tidak terkendali, maka terjadilah peningkatan gas emisi rumah kaca. Gas emisi rumah kaca itu produsennya manusia semua. Dari mulai knalpot motor, knalpot mobil, cerobong pabrik, freon AC, sampah plastik, hairdryer, pestisida, dan lain-lainnya, itu semua manusia yang memproduksinya.

“Untuk meminimalisasi peningkatan emisi gas rumah kaca, maka cara yang bisa dilakukan adalah dengan menanam. Bahkan tak cukup hanya menanam, tapi juga harus dirawat,” sambungnya.

Aktivitas menanam pohon, penyediaan bibit tanaman hingga pembuatan taman yang selama beberapa tahun terakhir rutin dilakukan SAC tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Saat ditanya mengenai sumber dana untuk membiayai aktivitas komunitas yang didirikannya, Sujiwo mengatakan bahwa dirinyalah yang mengongkosi segala kegiatan tersebut. Sujiwo pun merasa bangga karena tanpa bantuan dana dari pihak manapun, baik swasta, pelaku usaha, apalagi pemerintah, roda aktivitas komunitasnya tetap bisa berjalan.

“Murni swadaya, mandiri, tidak ada bantuan dari APBN ataupun APBD. Murni dana pribadi saya karena peruntukannya memang untuk pelestarian alam dan menjaga keasrian lingkungan,” bebernya.

Di sela aktivitasnya yang begitu padat, Wakil Bupati Kubu Raya itu bertekad untuk selalu meluangkan waktu untuk Sahabat Alam Community. Sesibuk apapun, Ia berupaya mengosongkan sedikit waktunya melakukan aktivitas bersama para anggota komunitas yang didirikannya.

Sujiwo melanjutkan, setelah rencana pembuatan taman di Makodam XII Tanjungpura nantinya terealisasi, SAC juga masih akan membuat taman lagi di tempat-tempat lainnya. Dari sekian banyak tempat yang sudah dan akan dibangun taman, markas polisi dan TNI merupakan tempat yang paling banyak dibangun. Terkait hal itu, Sujiwo punya alasan sendiri.

“Ke depan masih ada beberapa taman yang akan dibangun seperti Lantamal Wajok, rumah ibadah, dan perkantoran. Banyak yang ngantre dibangun tamannya. Terkait mengapa markas TNI dan Polri yang banyak ditanami pohon dan dibuat taman, itu bertujuan agar institusi TNI dan Polri makin sehat dan kuat. Makanya, ditanam pohon dengan suplai oksigen yang banyak,” tukasnya.

Sujiwo mengajak semua pihak untuk ikut melakukan gerakan pelestarian alam. Tanpa perlu aksi spektakuler, gerakan menyelamatkan lingkungan dikatakannya bisa dimulai dengan langkah sederhana seperti menanam pohon, menghemat penggunaan listrik, dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Banyak kerusakan alam yang diakibatkan oleh manusia yang abai dan cuek terhadap lingkungannya. Padahal, lingkungan yang sustainable adalah cita-cita semua orang. Maka, mulailah menjadi solusi bagi lingkungan hidup masing-masing. Biarlah aksi yang dilakukan dianggap kecil, tetapi, yang paling penting dari itu adalah tindakan tersebut berdampak nyata bagi upaya penyelamatan lingkungan,” tutupnya.(ril/jek)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *