Haryadi Ancam Usulkan Penutupan Pasar Jika Tak Taat Protokol Kesehatan Covid-19

WASTAFEL - Pemkot Pontianak menyediakan wastafel cuci tangan di pasar tradisional dan tempat keramaian, Senin (23/3/2020). (ISTIMEWA)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdangangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo mengancam akan mengusulkan penutupan pasar tradisional kepada Wali Kota Pontianak apabila para pedagang dan pengunjung tidak taat imbauan pemerintah untuk menjaga jarak, menggunakan masker, dan menggunakan sarung tangan.

“Apabila imbauan pemerintah tidak dilaksanakan, kami akan mengusulkan kepada Wali Kota Pontianak agar pasar tradisional ditutup. Kalau sampai pasar ditutup berarti kan mengurangi penghasilan mereka,” kata Haryadi S Triwibowo, Minggu (3/5/2020).

Bacaan Lainnya

Peringatan tersebut dikatakannya telah meningkatkan disiplin para pedagang dan pengunjung pasar tradisional di Kota Pontianak.

“Pedagang sudah saling mengigatkan ke konsumen, kalau mereka beli tidak menggunakan masker ditolak, seperti Pasar Flamboyan, Teratai, Dahlia, mereka diusir dari lingkungan pasar,” terangnya.

Jauh hari sebelum temuan enam kasus pengunjung pasar reaktif hasil Rapid Test, Diskumdang telah melakukan sosialisasi agar pedagang dan pengunjung mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah.

“Kami telah menyampaikan imbauan kepada seluruh pedagang dan konsumen wajib mencuci tangan sebelum masuk pasar, dan tetap menggunakan masker maupun sarung tangan,” ungkapnya.

Apalagi dengan adanya temuan tersebut, tentunya akan menimbulkan keyakinan dan kepercayaan pedagang dan konsumen bahwa virus tersebut harus ditangani serius dan tidak bisa main-main.

“Artinya disiplin itu penting, dan alhamdulilah hari ini pada pedagang pasar telah mengikuti aturan pemerintah,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *