Didi Kempot Panutan Sobat Ambyar Berperan Populerkan Budaya Jawa

Ketua Paguyuban Jawa Kalbar, Sadimo Yitno Poerbowo.
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepergian penyanyi campursari Didi Kempot menyisakan luka mendalam bagi keluarga Paguyuban Jawa Kalimantan Barat. Sosok pelantun lagu ‘Stasiun Balapan’ ini dinilai punya peran besar mempopulerkan budaya Jawa lewat karyanya yang kini dikenal luas masyarakat.

“Kami keluarga Paguyuban Jawa umumnya sangat kehilangan sosok beliau, yang merupakan tokoh seni dan budayawan yang pergi sangat mendadak,” kata Ketua Paguyuban Jawa Kalbar, Sadimo Poerbowo kepada insidepontianak.com.

Bacaan Lainnya

Sebagai seniman dan budayawan, Didi Kempot juga dijuluki God Father of Broken Heart karena lirik patah hatinya.

“Beliau ini tokoh nasional khususnya seni Jawa, yang karyanya sangat digemari seluruh masyarakat, khususnya warga Jawa,” terangnya.

Akan tetapi, perjuangan Didi di dunia seni bukanlah perjuangan yang mudah. Sadimo tahu betul bagaimana sosok Didi yang berjuang dari bawah.

“Dia dari bawah, besarnya dari ngamen di Jakarta, sampai mencipta lagu dan dikenal masyarakat,” ungkapnya.

Sadimo mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dia pun berharap seni dan budaya Jawa tetap berkembang dan dilanjutkan generasi lainnya.

“Artinya hilang satu tumbuh seribu, tetap kita berpedoman budaya Jawa tetap berkembang di seluruh nusantara,” pungkasnya.

Didi Kempot meninggal Selasa (5/5/2020) pagi. Sebelum wafat, beberapa minggu lalu, maestro campursari ini juga sempat menggalang dana lewat konsernya untuk penanganan Covid-19 di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Rp7 Miliar berhasil dia kumpulkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *