Nikmat Ramadan, 2.463 Rumah Warga Meliau Dialiri Listrik 24 Jam

ALIRI - Peresmian mengalirnya listrik PLN 24 jam di delapan desa di Kecamatan Meliau, Sanggau, Jumat (24/4/2020).

SANGGAU, insidepontianak.com – Budi jadi satu dari 2.463 warga di Kecamatan Meliau, Sanggau yang merasakan nikmat Ramadan dengan masuknya listrik PLN. Kini, rumahnya di Kuala Buayan, ‘disetrum’ listrik 24 jam.

“Akhirnya kami bisa menikmati listrik di bulan suci Ramadan selama 24 jam penuh. Tentu ini sangat bermanfaat bagi kami untuk lebih fokus dalam beribadah serta menunjang kegiatan berjualan saya,” ungkap Budi.

Bacaan Lainnya

Apa yang dirasakan Budi menggambarkan harapan delapan desa di Kecamatan Meliau yang jadi kenyataan.

Sebelumnya Desa Kuala Buayan, Desa Penyelimau Jaya, Desa Penyelimau, Desa Bhakti Jaya, Desa Mukti Jaya, Desa Cupang, Desa Harapan Makmur dan Desa Kunyil hanya menikmati listrik selama 12 jam dengan kapasitas 1.000 kW yang disuplai dari PLTD Kuala Buayan. Namun kini, dengan sudah terinterkoneksinya Sistem Kelistrikan Khatulistiwa melalui Gardu Induk (GI) Tayan, masyarakat dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh.

Manager PLN Sanggau, Gurit Bagaskoro mengatakan, untuk melistriki dan meningkatkan pola layanan dari 12 jam menjadi 24 jam kepada warga di delapan desa tersebut, PLN telah melaksanakan uprating Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 10.77 kms dan pemasangan Kabel Sungai dari JTM Meliau ke Jaringan Eksisting Kuala Buayan serta instalasi pendukung lainnya.

Jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang dibangun langsung terhubung dengan Sistem Kelistrikan Khatulistiwa melalui Gardu Induk (GI) Tayan sebagai pengganti mesin diesel yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik PLN Sub Unit Kuala Buayan.

“Karena jaringan listrik ini cukup panjang, maka untuk menjaga keandalan pasokan listriknya dibutuhkan partisipasi seluruh warga untuk sama-sama menjaganya, salah satunya dengan cara merelakan pohon dan tanam tumbuh yang berada didekat jaringan listrik untuk dipangkas ataupun ditebang, karena akan berpotensi terjadinya gangguan hingga menyebabkan padam,” tambah Gurit.

Gurit berharap keberadaan listrik PLN 24 jam ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *