181 Kasus Kejahatan Terjadi Selama Pandemi di Pontianak

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin.
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 181 kasus kejahatan terjadi selama bulan Maret dan April di Kota Pontianak. Dari jumlah itu, pihak kepolisian mengklaim terjadi penurunan kasus. Setelah sebelumnya hal sama terjadi di Februari dengan kriminalitas yang turun 19 persen.

Penurunan dalam waktu dua bulan terakhir itu juga dibarengi dengan pengungkapan kasus yang tinggi. Sebagaimana diketahui, penetapan Kejadian Luar Biasa Covid-19 di Pontianak dimulai sejak 19 Maret 2020.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulilah, hasil analisa dan evaluasi, angka kriminalitas dan gangguan kamtibmas sejak Maret dan April mengalami penurunan yang sangat signifikan dengan pengungkapan kasus yang cukup tinggi,” kata Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin kepada insidepontianak.com.

Pada Maret lalu, Polresta Pontianak Kota menerima 109 laporan tentang kejahatan konvensional yang terdiri dari pencurian biasa (Curbis), pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), dan pencurian dengan kekerasan (Curas) sebanyak 96 laporan. Sementara 13 di antaranya kasus narkoba.

“Dari 109 itu, yang selesai dan berhasil diungkap ada 96 laporan dengan rincian kasus konvensional sebanyak 88 kasus dan narkoba sebanyak 8 kasus,” ungkapnya.

Sementara pada April 2020 laporan kepolisian hanya 72 kasus, terdiri dari kasus kejahatan konvensional sebanyak 61 kasus, dan narkoba 11 kasus.

“Dari jumlah tersebut semua kasus konvensional berhasil diungkap. Sementara kasus narkoba yang berhasil diselesaikan sebanyak 4 kasus,” tuturnya.

Dengan capaian itu, Komarudin berterima kasih kepada seluruh masyarakat atas kerja samanya menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif di tengah situasi pandemi Covid-19. Menurutnya, salah satu faktor pendukung turunnya angka kriminalitas tersebut, adalah aktivitas masyarakat di rumah.

“Masyarakat banyak berdiam diri tentu menjadi salah satu faktor penurunan angka kriminalitas dan mereka semakin peduli dengan kondisi lingkungan,” paparnya.

Selain itu, capaian itu telah membuktikan bahwa sinergisitas yang terjalin antara Polri dan masyarakat semakin hari semakin baik dalam menjaga situasi Kamtibmas.

“Begitu ada informasi, segera kita tindak lanjuti. Sehingga kita bisa menciptakan suasana kondusif dan membuat masyarakat tidak terlaku khawatir dengan kondisi yang ada,” ujarnya.

Dia pun tak memungkiri hal tersebut juga dibarengi dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) yang dilakukan jajaran Polresta Pontianak Kota, baik tindakan preemtif dan preventif, sehingga memutus niat pelaku kejahatan melancarkan aksinya. Terakhir, ketajaman penyidik Kepolisian Polresta Pontianak Kota dalam mengungkap kasus.

“Ini juga termasuk salah satu yang bisa diharapkan dan diandalkan untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *