Pengamat Kritik Komunikasi Kebijakan Jam Malam di Pontianak

DITUTUP - Sejumlah ruas jalan di Pontianak ditutup dalam kebijakan jam malam untuk mengurangi penyebaran Covid-19.
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pengamat kebijakan publik Universitas Tanjungpura, Zulkarnaen menyoroti kebijakan pemerintah Kota Pontianak soal pembatasan jam malam sebagai salah satu cara mencegah penularan Covid-19. Dia khawatir kebijakan itu, justru dipersepsikan sebagai penerapan ‘Pembatasan Sosial Berskala Besar setengah hati’ akibat buruknya komunikasi ke publik.

“Kebijakannya itu tentu gak boleh dipersepsikan setengah hati karena disebabkan oleh buruknya komunikasi. Artinya dia tidak konsisten. Dia tidak clear, tidak jelas,” katanya, Jumat (8/5/2020).

Bacaan Lainnya

Selain itu, menurutnya imbauan untuk warga agar patuh tidak keluar rumah, tidak bisa dipaksa, jika pemerintah tidak menjamin kebutuhan pokok ekonomi masyarakat. Meskipun memang dampak Covid-19 membuat situasi menjadi komplek dan rumit.

“Kepatuhan warga ini, kan gak bisa hanya dipaksa harus patuh, kalau kebutuhan mereka tidak diperhatikan,” katanya.

Karena itu, supaya masyarakat paham dan sadar tentang pentingnya kepatuhan terhadap protokol yang dibuat pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, maka Pemerintah Kota harus transparan dalam segala hal.

“Untuk patuh itu, pemerintah, harus membuka diri menyampaikan apa yang sudah mereka lakukan. Karena, masyarakat masih anggap mereka sendiri yang kesusahan. Pemerintah tidak susah,” ucapnya.

Kebijakan pembatasan sosial, termasuk pembatasan jam malam memang perlu diterapkan secara konsisten tegas dan terukur, untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak. Namun, tetap harus dengan pendekatan sosial. Pemerintah mesti memberikan solusi untuk warga yang terdampak sebagai ganti mereka tetap di rumah.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembatasan jam malam yang diberlakukan, merupakan upaya mencegah penularan Covid-19. Alasan pembatasan ruas jalan lewat jam malam, untuk mengurangi aktivitas masyarakat.

“Memang banyak timbul pernyataan masyarakat mengapa mesti malam, ini juga upaya untuk mengedukasi dan psikologis, kita mohon dukungan masyarakat,” katanya, Kamis (7/5/2020).

Kebijakan ini diambil bukan tanpa sebab. Aktivitas masyarakat saat ini masih ramai, di sisi lain, kasus positif Covid-19 terus bertambah. Per 7 Mei 2020 pukul 12.00, jumlahnya sudah 51 kasus.

“Karena perang melawan virus ini tidak bisa hanya Pemerintah, tanpa dukungan masyarakat ini akan berlarut dan lama,” kata Edi Kamtono.

Jika kondisi seperti ini berlarut, akan makin berat untuk melawan penyebaran virus. Belum lagi jaminan pengamanan sosial yang harus disiapkan.

“Target kita Mei akhir sudah mulai berkurang, tapi jika tidak disiplin dan bersama diperangi, akan makin lama,” sebutnya.

Polresta Pontianak Kota yang menjadi implementor, memajukan jam malam di Kota Pontianak menjadi pukul 19.00 hingga pukul 03.00. Rencana itu didasari hasil analisa dan evaluasi yang terus dilakukan selama pemberlakukan jam malam. Sebelumnya, jam malam dengan penutupan sejumlah ruas jalan dimulai pukul 21.00.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *