Penggunaan Istilah Asing di Masyarakat

ilustrasi net.

Kita sebagai masyarakat Indonesia dan sejatinya juga penutur bahasa tentu tidak lepas dari penggunaan bahasa Indonesia ataupun bahasa asing. Penggunaan istilah berbahasa asing kerap digunakan masyarakat Indonesia. Istilah asing sendiri “terpaksa” harus kita pakai jika tidak kita temukan padanannya dalam bahasa Indonesia. Penulisannya tentu harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Akan tetapi, jika kita menggunakan istilah asing tersebut semata hanya karena kurangnya kepedulian kita terhadap bahasa sendiri maka hal inilah yang akan membuat keberadaan bahasa Indonesia semakin terpuruk. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemakaian bahasa asing antara lain, keegoisan paradima masyarakat yang menilai bahwa penggunaan bahasa asing memiliki nilai lebih unggul. Faktor lainnya ialah ketidakpahaman masyarakat dalam mencari istilah asing tersebut dalam padanan bahasa Indonesia.

Proses penyerapan istilah asing dalam bahasa Indonesia dapat terjadi melalui beberapa cara. Pertama, proses adopsi adalah proses terserapnya bahasa asing karena pemakai bahasa tersebut mengambil kata asing yang memiliki makna sama secara keseluruhan tanpa mengubah lafal atau ejaan dengan bahasa Indonesia. Misal, shuttle cock, hotdog, dan reshuffle.

Bacaan Lainnya

Kedua, proses adaptasi adalah proses diserapnya bahasa asing akibat pemakai bahasa mengambil kata bahasa asing, tetapi ejaan atau cara penulisannya berbeda dan disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia. Misal, option = opsi, organization = organisasi, dan maximal = maksimal.

Ketiga, proses kreasi yaitu, mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa sumbernya yaitu bahasa asing yang kemudian dicarikan padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Cara ini dapat disebut juga dengan konsep terjemahan. Kata serapan dihasilkan dengan cara menerjemahkan kata atau istilah tersebut tanpa mengubah makna tersebut. Misal, spare part = suku cadang, dan try out = uji coba.

Penggunaan istilah asing masih banyak kita jumpai di kehidupan sehari-hari misalnya, kata laundry. Seperti yang kita ketahui bahwa usaha ini memang sedang menjamur di masyarakat. Akan tetapi, jarang kita dijumpai para pengusaha laundry ini menggunakan padanan dalam bahasa Indonesia untuk mengganti istilah laundry menjadi penatu. Mengapa bukan binatu? Ternyata binatu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan bentuk tidak baku dari kata penatu. Pinatu sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki pengertian yaitu usaha atau orang yang bergerak di bidang pencucian (penyetrikaan) pakaian; dobi; benara.

Contoh lainnya, seperti kata drive thru yang juga sering kita lihat pengunaannya di masyarakat terutama di tempat-tempat kuliner siap saji. Padanan yang dapat kita gunakan untuk istilah drive thru yakni lantatur. Lantatur merupakan akronim dari layanan tanpa turun yang dirancang agar pelanggan dapat dilayani tanpa harus turun dari mobil.

Ada beberapa hal yang harus kita ingat dalam menggunakan istilah asing yaitu, tulisan harus ditulis miring sebagai penanda bahwa yang digunakan adalah itu adalah istilah asing. Jika kita menggunakan istilah asing maka penulisannya harus diikuti dengan terjemahan dalam bahasa Indonesianya. Hal penting lainnya yang perlu kita perhatikan dalam penggunaan bahasa asing, setidaknya kita harus bijak dalam menggunakan istilah-istilah asing, cari informasi tentang padanan dalam bahasa Indonesianya terlebih dahulu sebelum menggunakan istilah asing, dan utamakan selalu penggunaan istilah dalam bahasa Indonesia.

Sebagaimana istilah pinatu yang kalah populer dibandingkan dengan istilah laundry. Begitu juga dengan istilah drive thru yang juga kalah populer dengan istilah lantatur. Hal ini menjadi tugas kita bersama untuk memopulerkan istilah asing ke dalam padanan bahasa Indonesia di masyarakat. Seperti pepatah lama yang mengatakan bahwa “tak kenal maka tak sayang”. Oleh karena itu, banggalah dalam menggunakan bahasa Indonesia dan bijaklah dalam penggunaan bahasa asing.

 

Penulis:

Prima Duantika, pengkaji Bahasa dan Sastra di Balai Bahasa Kalimantan Barat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *