Selama Pandemi, 63 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Kalbar

Jajaran Komisioner KPPAD Kalbar saat pers rilis laporan kekerasan terhadap anak, Selasa (3/3/2020)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Selama pandemi Covid-19, yakni bulan Maret dan April terjadi 63 kasus anak di Kalimantan Barat. Masing-masing jumlahnya 43 kasus di bulan Maret dan 20 kasus di April, yang terdata di Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat.

“Jika dibanding bulan Maret lalu, terjadi penurunan signifikan. Kami berharap dapat semakin menekan angka kasus yang berkaitan dengan anak,” kata Komisioner KPPAD Kalbar, Nani Wirdayani kepada insidepontianak.com.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 20 kasus pengaduan di bulan April, terdiri dari pengaduan langsung tiga kasus dan non pengaduan 17 kasus. Selama pandemi Covid-19, pengaduan tersebut diverifikasi KPPAD via telepon dan panggilan video.

“Karena protokol kami belum bisa penjangkauan ke korban yang ada di kabupaten, saat ini kami masih kontak dengan keluarga melalui telepon. Akan tetapi, pendampingan tetap berjalan,” terangnya.

Adapun 20 pengaduan selama April terdiri dari kasus kejahatan seksual lima kasus, kekerasan fisik empat kasus, anak hilang lima kasus, anak berhadapan dengan hukum dua, eksploitasi anak satu, dan napza satu kasus. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *