Warga Tiga Daerah Transmisi Lokal Covid-19 Kalbar Tak Boleh Keluar Wilayah

Penjagaan di Jalan Ahmad Yani saat pemberlakuan jam malam. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar, Manto Saidi mengatakan setiap warga yang tinggal di daerah kategori transmisi lokal penyebaran Covid-19, otomatis tidak diperbolehkan keluar wilayah, atau mudik. Di Kalbar sendiri, terdapat tiga wilayah yang ditetapkan sebagai zona merah transmisi lokal. Ketiga wilayah itu, Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Ketapang.

Pemerintah Provinsi Kalbar pun segera akan mengeluarkan surat edaran mengenai larangan kebijakan mudik antar daerah seprovinsi Kalbar, di tengah pandemi Covid-19. Termasuk larangan mudik dari dan ke zona merah di tiga daerah tersebut. Untuk tingkat pusat, larangan mudik lebaran Idulfitri tahun ini telah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

Bacaan Lainnya

“Dalam eksekusinya, Dishub berada di belakang Polri, dan Balai Pengelola Transportasi Darat, sebagaimana surat edaran Dirjen Perhubungan Darat yang baru keluar hari ini,” jelasnya, Jumat (8/5/2020).

Dia pun memastikan, penutupan operasional pelabuhan dan terminal bus, untuk mencegah warga mudik antardaerah, akan dilakukan pemerintah.

“Pada prinsipnya, semua ditutup, dengan pengecualian sebagaimana surat edaran Satgas Covid-19 Nasional,” kata Manto Saidi.

Untuk jadwal pelaksanaan penutupan operasional angkutan penumpang di terminal dan pelabuhan, masih menunggu arahan Satgas Covid-19.

“Karena Surat Dirjen tidak menunjuk Dishub sebagai leading sector, maka, kami juga menunggu arahan satgas Covid-19,” ucapnya.

Dia menambahkan, Satgas Covid-19 nanti akan melakukan razia untuk mencegah warga mudik menggunakan kendaraan pribadi. Begitupun di pelabuhan air juga akan dilakukan pengawasan ketat. Warga yang nekat mudik dengan carter speed akan diawasi.

“Ada razia dengan polisi,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *