Dua Kurir Perempuan Ditangkap, Otak Penyelundupan Narkoba Berada di Lapas II A Pontianak

BARANG BUKTI - Barang bukti sabu yang berhasil disita Polda Kalbar dalam penyelundupan di perbatasan Entikong, Sanggau, Senin (11/5/2020). (POLDA KALBAR)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tim khusus Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Barat kembali berhasil menggagalkan penyeludupan 500 gram narkotika jenis sabu dari negara Malaysia melalui perbatasan wilayah Entikong Kabupaten Sanggau. Penyeludupan ini melibatkan warga binaan Lapas II Pontianak. Dua orang wanita yang menjadi kurir berhasil ditangkap tim gabungan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Gembong Yudha melalui pesan tertulis mengkonfirmasi pengungkapan tersebut. Gembong mengatakan pengungkapan dilakukan bersama tim dari Bea Cukai dan Polsek Entikong.

Bacaan Lainnya

“Senin 11 Mei 2020, di Jalan Lintas Malenggang – Balai Karangan Kecamatan Sekayam, telah dilakukan penangkapan terhadap dua orang yang membawa narkoba jenis sabu berinisial TS dan EK. Keduanya seorang wanita,” katanya Selasa (12/5/2020).

Gembong melanjutkan, pengungkapan diawali pada tanggal 7 Mei 2020, tim khsusus Narkoba Polda kalbar mendapat informasi bahwa akan ada upaya penyelundupan narkotika jenis sabu yang diselundupkan dari jalan tikus perbatasan Entikong.

“Di hari yang sama, tim langsung bergerak menuju perbatasan. Sesampainya d Entikong, dilakukan koordinasi bersama Polsek untuk melakukan penyelidikan,” tambahnya.

Dari hasil penyisiran dan pengumpulan informasi selama empat hari di wilayah perbatasan Entikong, tim akhirnya mendapatkan target TS dan dilakukan pembuntutan.

“Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat membuang bungkusan ke pinggir jalan. Dan dilakukan pemeriksaan didapati dua bungkus serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu seberat 500 gram,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka di lokasi, TS mengakui bahwa dirinya mendapatkan perintah dari mantan suaminya yang merupakan warga binaan Lapas Kelas II Pontianak untuk menerima sabu tersebut dari seseorang yang tidak dikenal di Balai Karangan.

Kombes Pol Gembong Yudha mengatakan saat pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengetahui asal narkotika tersebut. Gembong juga mengungkapkan telah melakukan koordinasi bersama pihak Lapas II A Pontianak untuk melakukan pemeriksaan terhadap dua warga binaan yang diduga mengontrol peredaran narkoba.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *