Nek Ramlah Tak Lagi Kedinginan Berkat Bank Kalbar dan Pemda Kubu Raya

KOKOH - Bangunan baru rumah Nek Ramlah di RT/RW 005, Dusun Nirwana, Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya tampak kokoh, Selasa (12/5/2020). Bangunan itu dibangun dari sumbangan berbagai pihak yang peduli. (ANDI)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Tak terasa, lima belas bulan sudah Nek Ramlah menjalani hidup di rumah barunya di RT/RW 005, Dusun Nirwana, Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Rumah yang ditinggali sejak Februari 2019 lalu itu, dibangun dari bantuan Bank Kalbar dan Pemda Kabupaten Kubu Raya.

Kondisinya pun jauh lebih baik dari gubuk reot yang sebelumnya didiami. Bangunannya tampak kokoh, berdinding semen, dan beratapkan seng. Kontan, beban di pikiran, ketakutan tertimpa rumah roboh, sirna dari kepala perempuan 75 tahun itu. Ia pun kini senang dan dapat menjalani hari-hari dengan tenang.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulilah, nyaman sekarang. Tidur pun nyenyak,” kata Ramlah ketika ditemui insidepontianak.com di rumahnya, Selasa (12/5/2020) pagi.

Ramlah bersyukur dengan perhatian Bank Kalbar, Pemda Kubu Raya, dan semua pihak yang telah meringankan bebannya. Tanpa itu, Ramlah mungkin masih merasakan kehujanan dan tidur tak lelap akibat kekhawatiran tertimpa gubuk reot.

Sebelumnya, bertahun-tahun Ramlah menempati gubuk reot beratap dan berdinding daun. Di tahun 2019, gubuk itu semakin rentan dan miring, tak lagi kuat menemani Ramlah menjalani kehidupan.

Di sisa-sisa umurnya, dia terpaksa bertahan di gubuk yang bocor dan nyaris roboh. Saat itu dirinya berharap dibangunkan rumah yang layak. Kondisi Nek Ramlah akhirnya menggugah simpati beberapa pihak untuk memberikan bantuan. Namun bantuan bedah rumah tak bisa diterima, lantaran Nek Ramlah tidak memiliki tanah. Pondoknya hanya berdiri di lahan salah satu warga yang ia tumpangi.

Beruntung, ia mendapatkan bantuan Rp9 juta dari inisiasi Dinas Sosial (Dinsos) Kubu Raya. Bantuan itu kumpulkan dari bantuan donatur di SKPD-SKPD di lingkungan Pemkab Kubu Raya sebesar Rp5 juta dan Rp4 juta dari Bank Kalbar. Namun dalam proses pembangunan, didapati permasalahan-permasalahan seperti kekurangan bahan bangunan yang akhirnya dibantu pihak desa dan Polsek Sungai Kakap berupa 20 keping papan.

Meski kini telah mendiami rumah baru, Ramlah berharap ke depan ia juga mendapatkan bantuan berupa WC yang kini belum dimiliki.

“Saya berharap dikasih WC jak, susah benar tak ada WC,” harapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *