Tim Penanganan Covid-19 Pontianak Klaim Berhasil Turunkan Angka Transmisi Lokal

KONFERENSI PERS - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Pontianak melangsungkan konferensi pers dengan klaim berhasil menurunkan kasus Covid-19 di Dinas Kesehatan Pontianak, Rabu (13/5/2020). (PROKOPIM PONTIANAK)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pontianak mengklaim berhasil menurunkan angka transmisi lokal. Hal itu pula yang membuat kurva perkembangan kasus Covid-19 mendatar.

“Kurva mendatar ini diharapkan oleh sektor kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan masih mampu melayani hal ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, Rabu (13/5/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, jika tanpa penanganan yang baik dalam mencegah penyebaran virus Corona, maka diprediksi saat ini mungkin akan ada 205 kasus positif Covid-19. Seandainya hal itu terjadi, maka fasilitas kesehatan yang ada tidak akan mampu menampungnya.

“Kita sekarang masih mampu merawat penderita Covid-19 karena ada upaya yang sudah kita lakukan sehingga tidak terjadi lonjakan pasien yang signifikan,” jelasnya.

Sidiq menjelaskan, perkembangan kasus per minggu di Kota Pontianak tergolong mendatar. Hingga saat ini, tercatat 71 terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pontianak. Dari jumlah tersebut, lanjutnya, ada beberapa kluster kiriman dari Sukabumi sebanyak 10 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Selebihnya beberapa kelompok dari tenaga kesehatan.

“Kelompok tenaga kesehatan memiliki jumlah cukup tinggi, dari 71 kasus konfirmasi positif Covid-19, 22 orang diantaranya merupakan tenaga kesehatan,” sebutnya.

Namun, menurut laporan peneliti Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU), sejak pengumuman kasus pertama Covid-19, Indonesia belum menampilkan kurva epidemi Covid-19 yang sesuai dengan standar ilmu epidemiologi. Kurva harian yang kerap kali jadi ajang klaim penurunan kasus oleh Pemerintah, tidak menggambarkan kasus keseluruhan.

Sebagaimana dikutip dari Theconversation.com, jumlah kasus konfirmasi tambahan tidak sama artinya dengan jumlah kasus baru. Salah satu faktor berpengaruh adalah, lamanya jarak waktu antara sampel diambil dengan hasil pemeriksaan dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *