BPJS Kesehatan Pontianak: Penyesuaian Iuran Hanya Kelas Satu dan Dua

ilustrasi.
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pontianak, dr Adiwan Qodar meminta semua pihak memahami data dan fakta terkiat penyesuaian iuran BPJS Kesehatan sesuai Perpres Nomor 64 Tahun 2020 yang baru saja ditetapkan pemerintah. Setiap orang diharap memahami secara utuh terkait Perpres tersebut sebelum merespon, bersikap, dan bertindak.

Menurutnya, saat ini, pemerintah sudah membiayai rakyat yang masuk kategori miskin dan tidak mampu sebanyak 132,6 juta jiwa atau hampir 60 persen, melalui Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Bacaan Lainnya

“Sebulan Rp132,6 juta dikali Rp42.000 dengan total Rp5,56 Triliun per bulan, atau Rp66,8 Triliun setahun,” ungkapnya lewat rilis tertulis yang diterima insidepontianak.com, Minggu (17/5/2020).

Dia menegaskan, Peserta Mandiri (PBPU dan BP) yang jumlahnya mencapai 35,3 juta jiwa, yang mengalami penyesuaian kenaikan iuran hanya di kelas satu dan kelas dua.

Sedangkan peserta kelas tiga yang jumlahnya 21,8 juta jiwa atau 62 persen dari peserta mandiri di tahun 2020 ini, tetap bayar dengan tarif lama, sebesar Rp25.500.

“(Kelas tiga) tidak naik. Karena, pemerintah lewat aturan baru ini memberikan subsidi lagi sebesar Rp16.500 per orang di luar kelompok miskin, dan tidak mampu yang sudah dibayarkan ful oleh pemerintah,” jelasnya.

Selanjutnya, pilihan atas kelas peserta Mandiri merupakan hak peserta menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Khusus peserta BPJS Kesehatan kelas satu dan dua yang merasa pilihan sebelumnya berat, dapat berpindah ke kelas tiga.

“Program ini sifatnya gotong-royong,” ujarnya.

Dia memastikan, pemerintah sudah menjalankan perannya. Untuk masyarakat yang punya kemampuan lebih, boleh memilih membayar yang lebih tinggi iurannya, atau memilih kelas satu dan kelas dua.

“Dan ingat, ketika kita ikut program JKN dan kita dalam keadaan sehat, artinya iuran kita dipakai untuk menolong mereka mereka yang sedang sakit. Dan, insyaallah Ini akan bernilai ibadah untuk kita semua,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *