Tembak Remaja dengan Ketapel, Pria Siantan Diamankan Polisi

TUNJUKKAN - Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin menunjukkan barang bukti ketapel yang diamankan dari warga di Siantan, Pontianak Utara, Minggu (17/5/2020).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sejumlah orang terlibat keributan di Jalan Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Sumba, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (17/5/2020) pukul 02.10 WIB. Kejadian itu, berawal dari penyerangan yang dialami dua remaja berinisial DF dan AW yang sedang membangunkan sahur. Keduanya diserang mengunakan ketapel beramunisi besi bulat atau gotri, oleh pria berinisial MR (35) warga Jalan Selat Sumba.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin mengatakan, kronologis kejadian berawal ketika MR akan beristirahat, dan mendengar anak-anak berkumpul membunyikan musik sebagaimana yang biasa dilakukan kelompok anak-anak saat membangunkan warga untuk sahur.

Bacaan Lainnya

“Pelaku (MR) merasa atau iseng melihat keluar, dan mengambil alat ketapel lalu melontarkan sebanyak tiga kali dan mengenai anak-anak,” ungkapnya, Minggu (17/5/2020).

Akibat kejadian itu, dua anak mengalami luka ringan, namun tidak perlu mendapatkan perawatan karena tak ada luka serius yang dialami. Sementara pelaku MR sudah diamankan tak lama pasca kejadian itu dan masih dalam proses penyelidikan.

Dari hasil pengembangan, MR mengaku ketapel tersebut dibeli secara daring sebesar Rp200 ribu pada April lalu. Aksi serupa sebelumnya juga pernah dilakukan MR dan mengakibatkan dua buah mobil kacanya tergores atau pecah.

Atas kejadian ini, Komarudin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi, dengan informasi yang menyesatkan, bahwa kedua anak tersebut ditembak menggunakan senjata.

“Pada kesempatan ini kami luruskan bukan penembakan menggunakan senjata, tetapi menggunakan ketapel yang dimiliki oleh pelaku dengan peluru yang terbuat dari gotri,” tegasnya.

Dirinya pun mengajak masyarakat lebih bijak menyikapi permasalahan itu, terutama terhadap isu-isu berkembang. Diakuinya pasca kejadian itu, banyak beredar atau upaya-upaya provokasi yang dilakukan oleh oknum masyarakat dengan menyebarkan luaskan foto-foto dan video yang bukan kejadian sesungguhnya.

“Sebagaimana yang beredar, ada foto luka tembak dan sebagainya. Itu foto di TKP lain, dan kejadiannya sudah lama bukan di Kota Pontianak,” lanjutnya.

Mantan Wakapolres Tangerang Kota ini, pun meminta masyarakat mempercayakan kasus ini kepada pihak kepolisian, untuk memperoses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan ulah orang-orang yang coba memperkeruh suasana dengan dengan pemberitaan-pemberitaan bohong dan dikembangkan sedemikian rupa, sehingga masyarakat terpancing,” pintanya.

Hingga saat ini, situasi Kamtibmas masih berjalan kondusif dan kasus tersebut juga masih terus ditangani. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *