28 Orang di Ketapang Reaktif Rapid Test, Delta Pawan Terbanyak

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang Rustami. (FAUZI/insidepontianak.com)
banner 468x60

KETAPANG, insidepontianak.com –
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Ketapang, Rustami kembali mengumumkan penambahan pasien reaktif hasil rapid test pada Senin (18/5/2020).

Menurut Rustami, terjadi penambahan 7 orang reakti. Dengan total keseluruhan pada hari ini berjumlah 28 orang yang reaktif rapid test dan masih menunggu hasil swab PCR untuk memastikan positif atau negatif Covid-19.

Bacaan Lainnya

Rustami melanjutkan, berdasarkan data yang dihimpun, jumlah orang reaktif terbanyak adalah Kecamatan Delta Pawan dengan jumlah 19 orang. Kemudian diikuti Kecamatan Matan Hilir Selatan sebanyak 3 orang, Kecamatan Muara Pawan 2 orang, Kecamatan Marau 1 orang, Kecamatan Sungai Laur dengan jumlah 1 orang dan Kecamatan Benua Kayong sebanyak 2 orang

“Mereka semua sudah melakukan isolasi mandiri dan dilanjutkan tes lanjutan swab, termasuk para tenaga kesehatan. Mereka yang reaktif dari hasil rapid test adalah Orang Tanpa Gejala (OTG),” terangnya.

Rustami melanjutkan, untuk jumlah pasien positif Covid-19 di Ketapang tidak ada penambahan. Hingga saat ini jumlah pasien positif berjumlah 12 orang. Dari 12 pasien tersebut belum ada satu pun yang dinyatakan sembuh. Namun, hingga saat ini semua pasien positif kondisinya semakin membaik.

Diakuinya, kondisi saat ini masih ada sebagian masyarakat yang memberlakukan tenaga medis tidak semestinya. Para tenaga medis ini diberlakukan seolah-olah pembawa penyakit yang harus dijauhi.

Menurutnya, ada hal-hal yang perlu menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Masyarakat perlu terus diingatkan untuk mengembangkan simpati terbesar mereka kepada para tenaga medis, dokter dan peraawat yang sehari-hari melayani pasien Covid-19.

Masyarakat perlu menyadari bahwa tenaga medis adalah komunitas yang paling disiplin dan paling ketat dalam menjalankan protokol pencegahan pandemi Covid-19.

“Tenaga medis pada hakikatnya adalah manusia biasa yang juga ingin diterima dan diperlakukan sama seperti warga lainnya. Mari, kita dukung mereka, kita beri semangat agar kerja keras dan pengorbanan mereka membuahkan kemenangan melawan Covid-19,” harapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *