Polisi Selidiki Akun Penyebar Hoaks Kasus Ketapel Gotri di Siantan

KETAPEL - Ketapel menggunakan gotri (besi bulat) yang digunakan untuk mengetapel anak-anak. (Foto Ist)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki akun-akun di media sosial yang telah menyebarkan isu-isu provokasi dan  informasi bohong, tentang penembakan kepada dua anak yang membangunkan sahur di Jalan Gusti Situt Mahmud, Gang Selat Sumba, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (17/5/2020).

“Saat ini kami sedang menyelidiki akun-akun atau kelompok masyarakat yang menyebarkan informasi-informasi bohong, informasi yang memprovokasi termasuk setiap orang yang mencoba memprovokasi dengan kondisi dan situasi yang ada,” ungkapnya, kemarin.

Bacaan Lainnya

Komarudin memastikan, kedua anak tersebut bukan ditembak mengunakan senjata, sebagaimana informasi yang beredar di medsos. Tetapi keduanya diserang menggunakan ketapel yang dimiliki oleh pelaku dengan peluru yang terbuat dari besi atau gotri.

Dia memastikan, kasus ini akan terus diproses hokum. Komarudin menegaskan, masyarakat harus  mempercayakan penanganan kasus itu kepada aparat Kepolisian Polresta Pontianak Kota.

“Bagi masyarakat yang masih mencoba-coba memprovokasi masyarakat dengan kejadian ini dikaitkan dengan kejadian di tempat lain, akan kita proses,” tegasnya.

Komarudin melanjutkan, pihaknya tidak membenarkan setiap orang yang coba memprovokasi masyarakat. Apalagi kondisi masyarakat sedang susah dengan pandemi virus Corona. “Untuk itu, jangan ditambah susah lagi dengan provokasi murahan. Yang hanya ingin membuat keributan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dirinya pun mengingatkan, akun-akun yang telah memposting dan memberitakan hal-hal yang salah itu untuk segera meluruskan, agar tak membuat bingung dan resah warga.

“Jangan buat masyarakat bingung! Jangan buat masyarakat terprovokasi! Pastikan kita memberikan informasi yang jernih, sehingga membuat masyarakat tenang dan kondusif,” pintanya.

Sebelumnya, beredar kabar penembakan terhadap dua anak yang sedang membangunkan sahur. Namun, faktanya kedua anak tersebut bukan ditembak dengan  senjata. Tapi diserang dengan menggunakan ketapel dengan peluru besi bulat atau gotri.

Menanggapi kejadian tersebut, Polresta Pontianak Kota bergerak cepat meringkus pria berinisial MR (35), warga Jalan Selat Sumba. Kini, MR masih diproses hukum karena diduga melanggar pasal 352 ayat 1 tentang Penganiayaan Ringan Junto Pasal 80 tentang Perlindungan Anak.

Dari hasil penyelidikan, MR awalnya hendak beristirahat, dan merasa terganggu dengan anak-anak berkumpul membunyikan music, sebagaimana yang biasa dilakukan kelompok anak-anak saat membangunkan warga untuk sahur.

“Pelaku (MR) merasa atau iseng melihat keluar, dan mengambil alat ketapel, lalu melontarkan sebanyak tiga kali dan mengenai anak-anak,” ungkapnya, Minggu (17/5/2020).

Akibat kejadian itu, dua anak mengalami luka ringan, dan tak mendapatkan perawatan. (Andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *