Rapat dengan Perbankan, Edi Pastikan UMKM Dapat Relaksasi

RAPAT TELECONFERENCE - Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono tengah video teleconference dengan OJK dan perbankan membahas relaksasi kredit untuk UMKM di Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (18/5/2020).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan perbankan dan pegadaian sudah memberikan relaksasi kredit kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pontianak. Hal itu dia dapat usai rapat Tindak Lanjut Kebijakan-kebijakan Stimulus Perekonomian sebagai Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelaku UMKM di Kota Pontianak via teleconference, Senin (18/5/2020).

“Kan banyak keluhan warga, terutama yang pinjam dan kredit ke bank dan pedagaian. Jadi kita ingin tahu apakah mereka sudah mematuhi arahan presiden, ternyata mereka sudah mematuhi hal tersebut,” kata Edi Kamtono.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya memberikan relaksasi, Pegadaian bahkan menawarkan pinjaman dengan nol bunga, dengan jumlah maksimum Rp1 juta.

“Jadi kalau warga mau pinjam bisa ke sana dalam waktu tiga bulan ini,” imbuhnya.

Pengecekan kepastian relaksasi itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada warga yang ingin lebaran. Selain itu, memastikan arahan Presiden soal relaksasi kredit benar berjalan. Alasannya, UMKM sudah terdampak Covid-19. Mereka tidak bisa usaha karena tutup dan penghasil berkurang. Mereka juga tidak bisa usaha secara normal untuk menyicil kredit.

“Termasuk tadi dari asuransi dan pinjaman leasing dan sebagainya terutama roda dua dan empat (sudah memberikan relaksasi),” katanya.

Sementara itu, perwakilan BRI Syariah Pontianak dalam rapat itu, Renov menjelaskan sudah memberikan relaksasi kepada 474 nasabah atau setara Rp30 miliar. Namun secara keseluruhan, ada 800 nasabah yang terdampak Covid-19.

“Sampai akhir Mei ditargetkan 632 nasabah terdampak dapat relaksasi atau setara Rp60 miliar,” katanya.

Demi mengejar target itu, perusahaan tetap masuk seperti biasa dan tidak menjalankan sistem kerja dari rumah. Namun dipastikan protokol kesehatan diikuti.

“Kami tetap seperti biasa untuk mendukung pemerintah perekonomian tetap lebih baik, jadi tidak ada work from home,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *