Divonis Lima Tahun Penjara, Gidot Belum Putuskan Banding

SIDANG PERDANA- Suryadman Gidot bersiap menjalani sidang perdana kasus suap, Selasa (28/1/2020). (Andi/Insidepontianak)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Penasihat hukum terdakwa Suryadman Gidot, belum dapat memutuskan langkah banding atau menerima putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjatuhkan vonis penjara selama lima tahun penjara, denda Rp200 juta dan subsider satu bulan kurungan.

Sikap Bupati Bangkayang nonaktif itu pun, masih belum jelas.

Bacaan Lainnya

“Kami serahkan kepada Suryadman Gidot, kan masih ada waktu tujuh hari untuk pikir-pikir, kalau lewat berarti diterima, kalau belum tujuh hari mau banding silakan,” kata penasihat hukum Gidot, Andel kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).

Andel mengatakan sangat menghargai putusan yang dibacakan Majelis Hakim kepada klienya, meskipun Andel menilai kliennya tidak bersalah karena apa yang dilakukan merupakan perbuatan diskresi.

“Kalau menurut kami dia tidak bersalah, tidak ada kerugian negara, dan tidak ada proyek yang dikerjakan,” tegasnya.

Hal ini pun, sambung dia, senada dengan pertimbangan Majelis Hakim yang menyebut tidak ada kerugian negara, terdakwa tidak ada niat dalam melakukan perbuatan tersebut, dan terakhir, uang suap tersebut telah dikembalikan kepada lima kontraktor pemberi suap.

“Tapi ini semua pertimbangan Majelis Hakim, pendapat Majelis Hakim dan keputusan Majelis Hakim. Apa pun keputusannya adalah kewenangan Majelis Hakim,” terangnya.

Selain itu, Andel pun menghargai keputusan kliennya Aleksius yang mantap memilih menerima vonis yang dibacakan Majelis Hakim.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa kasus suap proyek Pekerjaan Pemerintah Kabupaten Bengkayang tahun 2019, yakni Suryadman Gidot dan Aleksius.

Gidot dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah, dan divonis hukuman penjara selama lima tahun penjara, denda Rp200 juta dan subsider satu bulan kurungan. Putusan ini, lebih rendah jika dibandingkan tuntutan Jaksa KPK yang menuntut Gidot pidana enam tahun, denda 200 juta dan subsider tiga bulan kurungan.

Sementara Aleksius, divonis hukuman penjara selama empat tahun, denda Rp200 juta, uang pengganti sebesar Rp4 juta.

Atas vonis tersebut, Aleksius mantap menerima putusan, sementara rekannya Gidot, masih memilih pikir-pikir dengan keputusan hakim.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *