Jalan Siduk-Sukadana Macam Bubur, Truk Sembako Terguling

TERGULING - Sebuah truk sembako terguling di Jalan Siduk-Sukadana akibat jalan rusak, Selasa (19/5/2020). (ISTIMEWA)
banner 468x60

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Akibat Jalan Siduk-Sukadana kondisinya rusak parah, sebuah mobil truk sembako kembali terguling, Selasa (19/5/2020) pagi. Tidak hanya truk, sejumlah pengendara roda dua pun jatuh karena kondisi jalan yang seperti bubur. Hujan belakangan bikin tanah kuning licin.

“Sudah lama rusak jalan ini, kemarin memang ada yang timbun jalan rusak pakai tanah kuning dan batu besar tapi kalau hujan jalannya licin, kayak bubur,” terang seorang pengendara, Heru.

Bacaan Lainnya

Heru yang hampir setiap minggu melintas jalan tersebut berharap, pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan DPRD dapat segera merespon keluhan masyarakat.

“Letih dah berunyak (marah) di Facebook, mane gak didulikan (direspon). Foto jalan rusak dah banyak kite share biar pemerintah tahu kondisi jalan kita,” keluh Heru.

Berdasarkan pemantauan insidepontianak.com beberpa hari lalu, sejumlah lubang dengan diameter besar memang membahayakan pengendara. Terlebih angkutan truk yang memiliki badan besar dan tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kayong Utara, Suratmin mengatakan bahwa saat ini proses lelang di Provinsi sedang berjalan. Pasalnya, status jalan masih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dia pun mengimbau kepada truk angkutan barang menyesuaikan beban bawaan dengan kondisi jalan saat ini. Selain itu, dia mengatakan truk yang melebihi kapasitas angkut juga jadi penyumbang kerusakan jalan. Dampaknya dirasakan pengendara lain.

“Jadi perlu kesadaran dari pemilik kendaraan untuk tidak overload, kalau tetap overload mereka juga punya andil merusak jalan,” terang Suratmin.

Pemda Kayong Utara tidak bisa menganggarkan perbaikan kerusakan jalan yang ada saat ini, karena status jalan yang menjadi kewenangan Provinsi.

“Tidak bisa karena beda status jalan, sedangkan swakelola Kabupaten Kayong Utara kecil,” keluhnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *