Polres Mempawah Usut Dugaan Korupsi Bansos Covid untuk Warga Lansia

GELAR PERKARA - Polres Mempawah gelar perkara penyelidikan dugaan korupsi penyaluran bantuan dana sosial untuk 45 warga lanjut usia terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19 di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, kemarin.
banner 468x60

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Aparat Kepolisian Polres Mempawah tengah menyelidiki dugaan korupsi penyaluran bantuan dana sosial untuk 45 warga lanjut usia terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19 di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.

Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga mengatakan, bantuan tersebut diperuntukkan untuk 45 warga masing-masing menerima Rp2,7 juta dari total Rp121.500.000 yang dikirim ke rekening Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS–LU) Bustanul Ulum, Senin (27/4/2020).

Bacaan Lainnya

Sejak tahun 2017, LKS-LU Bustanul Ulum aktif melakukan pendampingan terhadap kaum lanjut usia di Desa Parit Banjar seperti melakukan pendataan sampai dengan mengusulkan data kaum lanjut usia untuk dijadikan data acuan oleh Pemerintah Daerah sampai dengan Pemerintah Pusat. Kemudian di tahun 2020 saat merebaknya pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat mulai menyalurkan dana bantuan sosial program rehabilitasi sosial lanjut usia dalam masa tanggap darurat akibat pandemi Covid-19.

“Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS–LU) Bustanul Ulum berperan sebagai lembaga yang menyalurkan dana dari negara kepada warga penerima,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2020).

Setelah uang tersebut masuk dan dicairkan, Kamis (30/4/2020), pihak lembaga mulai menyalurkan kepada warga penerima. Namun ternyata, jumlah bantuan yang diterima warga berbeda-beda. Ada 27 warga masing-masing menerima Rp2 juta, 14 warga menerima Rp2,2 juta. Selain itu, adapula empat warga yang tidak menerima sama sekali karena sudah meninggal dunia dan pindah rumah.

“Sisanya diduga telah digunakan untuk keperluan pribadi oknum pihak lembaga,” terangnya.

Hingga kini, kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Namun sejumlah barang bukti telah disita, mulai dari buku tabungan BNI atas nama Basri selaku pengurus lembaga beserta rekening korannya, dan buku tabungan milik lembaga LKS-SU Bustanul Ulum beserta rekening koran.

Selain itu, petugas juga mengamankan 41 lembar kuitansi beserta berita acara pembayaran langsung bantuan sosial program rehabilitasi sosial lanjut usia dalam masa tanggap darurat akibat virus Corona di Indonesia, dan uang senilai Rp8 juta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *