Yayasan Empat Belas Kawan dan IKOHI Berikan Bansos ke 125 Korban Pelanggaran HAM Berat

HILANG - Foto-foto aktivis yang masih hilang dan hingga sekarang belum kembali. (Foto IKOHI)
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Yayasan Empat Belas Kawan dan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) memberikan bantuan kepada 125 korban pelanggaran hak asasi manusia berat yang terdampak Covid-19, Rabu (19/5/2020) di Jakarta. Bantuan sosial tersebut berupa bingkisan lebaran yang diberikan kepada para keluarga korban yang selama 20 tahun berjuang bersama IKOHI.

Pemberian bantuan menerapkan protokol kesehatan. Penyerahan secara simbolik dilakukan oleh Faisol Riza sebagai pimpinan Yayasan 14 Kawan, dan diterima oleh Ketua IKOHI, Wanma Yetti. Selanjutnya, bantuan itu secara simbolik diberikan kepada 3 perwakilan keluarga korban. Yaitu, Kusmiyati, Siti Prihati dan Minarni. Kesemuanya dari keluarga korban peristiwa Mei 1998.

“Sudah lebih dari 20 tahun kami berjuang bersama IKOHI,”kata Faisol Riza, Ketua Dewan Pembina Yayasan yang kini menjadi Ketua Komisi VI DPRRI.

Bahwa, saat mereka membentuk Yayasan Empat Belas Kawan, tujuannya supaya bisa bersama-sama memberikan bantuan ekonomi dan social, seperti pendidikan, kesehatan dan usaha ekonomi kepada anak dan cucu korban, serta kepada para korban, yang kini usianya sudah lanjut.

Para penerima Bansos dari Yayasan Empat Belas Kawan dan IKOHI merupakan keluarga korban penghilangan paksa 1997/1998, Tragedi Mei 1998, Tanjung Priok 1984, Peristiwa 1965/1966, dan warga Timor-Timor di Indonesia yang 40 tahun lalu, diambil dari keluarga mereka oleh ABRI (Stolen Children of Timor).

Ketua IKOHI, Wanma Yetti mengapresiasi para penyintas penculikan 1998, yang tidak berhenti berjuang di berbagai lini, baik keadilan maupun ekonomi dan kesejahteraan untuk para korban.

“Kami sangat mengapresiasi Pak Riza yang kini anggota DPR dan Pak Mugi yang kini di KSP, Pak Jati, Pak Aan yang tak pernah melupakan dan meninggalkan kami, dan terus mendukung kami,” kata Wanma Yetti saat memberikan sambutan.

Pada penutupan acara penyerahan Bansos dan bingkisan Lebaran, Ketua Dewan Pangawas Raharja Waluya Jati menekankan pentingnya kontinuitas program bantuan kepada keluarga korban. Artinya, tidak hanya Bansos, tapi juga bantuan-bantuan lain yang lebih memberdayakan keluarga korban dan berkelanjutan.

“Untuk tujuan tersebut, Yayasan Empat belas Kawan harus dikelola secara professional, transparan dan akuntabel. Dengan begitu, akan banyak warga masyarakat yang akan membantum,” kata Jati dalam sambutan penutupan.

Sebagai informasi, Yayasan Empat Belas Kawan adalah lembaga sosial kemanusiaan yang didirikan oleh Faisol Riza, Mugiyanto, Aan Rusdianto, Raharja Waluya Jati, Nezar Patria dan Andi Arief. Sebagai Ketua Dewan Pembina adalah Faisol Riza. Raharja Waluya Jati sebagai Ketua Dewan Pengawas, dan Mugiyanto sebagai Ketua Dewan Pengurus.

Yayasan ini didirikan di Jakarta pada 12 Maret 2020. Yayasan Empat Belas Kawan memiliki misi “Tercukupinya kebutuhan dasar dan mendesak korban dan keluarga korban pelanggaran HAM untuk dapat hidup normal, setara dan bermartabat.”

Sedangkan misinya antara lain, melakukan kerja-kerja penggalian dana dan sumber daya, menyediakan dan menyalurkan bantuan ekonomi kepada keluarga korban pelanggaran HAM, menyediakan bantuan dan akses layanan pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi untuk korban dan keluarga korban pelanggaran HAM dan menyediakan layanan kebutuhan psikologis, spiritual dan rekreasional korban dan keluarga korban pelanggaran HAM. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *