Pelaksanaan Salat Ied di Sintang Tergantung Zona Penyebaran Covid-19

RAPAT - Bupati Sintang, Jarot Winarno saat memimpin rapat jelang Idulfitri beberapa waktu lalu. (PROKOPIM SINTANG)
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan pelaksanaan salat Ied Idulfitri di Sintang akan disesuaikan dengan zona penyebaran Covid-19. Pemkab akan menyiapkan data pembagian zona, seperti zona merah, zona kuning mendekati merah, zona kuning, dan zona hijau.

“Data zona penyebaran Covid-19 itu akan menjadi rujukan dalam pelaksanaan Idulfitri baik itu salat, takbir keliling, takbiran di masjid atau surau dan sejumlah tradisi lainnya saat lebaran tiba,” kata Jarot Winarno kemarin.

Bacaan Lainnya

Beberapa daerah yang masuk zona merah dan sudah lockdown parsial, seperti Binjai, Rarai, Menyumbung, tidak diperbolehkan menggelar salat Ied berjamaah di masjid dan lapangan.

Zona kuning pun diimbau tidak melaksanakan salat yang bersifat mengumpulkan massa. Namun jika tetap ingin melaksanakan, harus mengikuti dua protokol yakni protokol kesehatan dan protokol tata laksana salat.

Protokol kesehatan yang dimaksud di antaranya harus ada thermogun, tidak menggunakan sajadah masjid atau karpet tapi bawa masing-masing, dilakukan penyemprotan disinfektan, ada fasilitas cuci tangan di depan masjid, tempat wudunya yang baik.

“Protokol pelaksanaan ibadahnya yang kami ambil dari masukan Majelis Ulama, safnya diatur jaga jarak, meskipun multitafsir terkait jaga jarak salat itu, yang penting dia harus jaga jarak, lalu khotbahnya pendek-pendek supaya nda terlalu lama kumpulnya,” katanya.

Daerah yang masuk zona hijau, diperbolehkan menggelar salat Ied berjamaah dengan memperhatikan dua protokol di atas.

“Untuk tradisi takbiran keliling tidak dilaksanakan atau tidak diizinkan, karena hal itu bisa berpotensi menyebabkan kerumanan masyarakat dan bisa menyebabkan penyebaran transmisi penyakit,” tegasnya.

Sebagai gantinya, bisa saja takbir keliling menggunakan Sampan Bidar Pelangi Jubair.

“Kita pakai itu, akan berkeliling sepanjang tepian sungai ini berapa kali, sehingga tidak mengurangi kemeriahan,” kata Jarot.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *