Sutarmidji Surati Kepala Daerah Intruksikan Salat Ied di Rumah dan Larang Mudik

Gubernur Kalbar, Sutarmidji.
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji kembali mengeluarkan surat tentang Protokol Kesehatan dalam Rangka Menyambut Idulfitri 1441 Hijriah. Surat bernomor 451/1213/Kesra-A tersebut ditujukan untuk seluruh Bupati dan Wali Kota se Kalbar yang salah satunya mengintruksikan salat Ied di rumah.

Intruksi ini bukan tanpa alasan. Hingga Rabu (20/5/2020), 132 kasus positif terjadi di Kalbar dengan 32 orang sembuh dan empat meninggal. Namun per 14 Mei 2020, ada 1.188 warga yang reaktif hasil rapid testnya. Mereka pun masih menunggu tes swab. Selain itu, tiga daerah di Kalbar, yakni Pontianak, Singkawang dan Ketapang sudah masuk transmisi lokal atau penularan Corona antarwarga.

Bacaan Lainnya

Surat itu berisi lima poin tindaklanjut hasil rapat koordinasi pengamanan dan penegakan protokol kesehatan dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah yang digelar 18 Mei 2020, yang dipimpin oleh Menko Pohukam, Mahmud MD.

Adapun instruksi dalam surat Gubernur yang bersifat penting itu, pertama, kegiatan keagamaan yang sifatnya mengumpulkan orang dalam jumlah banyak merupakan satu hal yang dilarang, sesuai dengan protokol kesehatan dan sejumlah aturan yang telah dikeluarkan pemerintah.

“Diharapkan kepada pemerintah kabupaten/kota bersama Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar sedapat mungkin melaksanakan salat Idulfitri di rumah masing-masing, hal ini guna memutus mata rantai penularan Covid-19,” tulis poin 2 surat bertanggal 20 Mei 2020 itu.

Ketiga, dikarenakan hal ini sangat sensitif, dan akan berdampak secara sosial, dan politik, maka pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat mengantisipasi adanya pihak-pihak yang tetap mengharapkan melaksanakan salat Idulfitri di masjid maupun di lapangan secara selektif, dengan mengantisipasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Keempat, kegiatan mudik dalam rangka Idulfitri, tetap dilarang. Untuk itu diminta kepada pemerintah kabupaten/kota agar berkoodinasi dengan aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Polisi Pamong Pradja kabupaten/kota, agar meningkatkan penjagaan terutama pada malam hari.

“Karena diindikasikan pemudik memanfaatkan kelemahan petugas pada saat malam hari,” tulisnya.

Kelima, protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Demikian disampaikan, untuk dilaksanakan,” tutup surat bertanda tangan Gubernur Sutarmidji tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *