Pertamina Pastikan Kebutuhan BBM dan LPG Kalbar Aman Jelang Lebaran

ilustrasi.
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Jelang Idul Fitri 1441 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR ) VI Kalimantan memastikan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Kalimantan terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG juga telah didukung dengan surat dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 , Kepala BNPB No. B-08/KA GUGAS/PD.01.02/03/2020 mengenai rekomendasi dan dukungan operasional Pertamina untuk mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat. Salah satunya menjaga rantai pasokan bagi pemenuhan kebutuhan harian masyarakat.

Region Manager Communication & CSR Pertamina Kalimantan, Roberth MV Dumatubun mengatakan kebutuhan BBM tahun ini diprediksi stabil dan tidak meningkat seperti Idulfitri pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini terkait keadaan di lapangan selama masa covid-19. Hal itu bisa dilihat dari konsumsi gasoline (premium, pertalite, pertamax, pertamax turbo) untuk wilayah Kalimantan turun sebesar 26 persen dari konsumsi normal bulanan. Atau sekitar 1.885 KL/hari dari 7.114 KL/hari.

Bacaan Lainnya

“Menyikapi hal tersebut, Pertamina tetap melakukan stok monitoring hingga 11 hari. Khusus untuk premium ketahanan stok hingga 13 hari,” katanya dalam rilis yang diterima insidepontianak.com, Kamis (21/5/2020).

Sedang secara umum, konsumsi gasoile (biosolar, dexlite, pertamina dex) di wilayah Kalimantan turun 17 persen dari konsumsi normal bulanan. Atau sekitar 482 KL/hari dari 2.786 KL/hari. Namun, Pertamina tetap melakukan stok monitoring gasoil sesuai dengan kebutuhan. Saat ini stok solar dapat memenuhi kebutuhan hingga 12 hari.

“Pertamina memastikan pada saat Idulfitri maupun Covid-19, telah diinstruksikan untuk mempunyai buffer stock sehingga tidak terjadi kekosongan BBM di SPBU. Upaya lain yang dilakukan Pertamina MOR VI adalah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk kelancaran distribusi BBM ke masyarakat terutama di masa-masa pandemi ini,” katanya.

Sementara untuk kebutuhan LPG 3 Kg pada Idulfitri, telah diantisipasi dengan meningkatkan alokasi penyaluran sebesar 6,6 persen dari rata-rata normal bulanan atau sekitar 4.079 MT (1.359.640 tabung) dari konsumsi normal rata-rata bulanan yaitu 30.980 Metrik Ton untuk wilayah Kalimantan.

Penguatan stok LPG telah dilakukan dari akhir bulan April dengan penambahan stok cadangan melalui dua tahap yaitu Tahap I pada April 2020 dan Tahap II pada Mei 2020. Penyaluran ini telah disalurkan ke 249 Agen dan 2.405 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kalilmantan.

“Dalam upaya pemenuhan kebutuhan LPG, Pertamina juga menyiapkan lembaga penyalur LPG Pertamina yaitu agen dan pangkalan LPG sebanyak 255 agen PSO, 10.690 pangkalan PSO, 70 agen NPSO dan 2.424 sub agen NPSO di seluruh wilayah Kalimantan,” katanya.

Langkah antisipatif lainnya adalah Pertamina menginstruksikan agen-agen untuk melalukan pengisian LPG NPSO ke Modern Outlet seperti indomaret dan SPBU sebagai outlet penjualan LPG. Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait (ASDP/Dishub, Ditjen Migas, Pemda TK I & II, Kepolisian, Perbankan). Koordinasi dilakukan guna memperlancar distribusi LPG jika terjadi hambatan di lapangan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *