179 PMI dari Malaysia Dipulangkan lewat Kalbar, Terbanyak Asal Sulsel

CEK SUHU - Seorang PMI tengah dicek suhunya ketika tiba di Dinas Sosial Kalbar, Pontianak, Selasa (26/5/2020) malam.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kalbar kembali memulangkan 179 PMI Bermasalah, yang dideportasi oleh otoritas pemerintah Malasyia, Selasa (26/5/2020). Pemulangan kali ini, terbanyak dari Selawesi Selatan. Jumlahnya mencapai 44 orang.

Sedangkan PMI asal Kalbar ada 43 orang, Jawa Timur 42 orang, dari Jawa Barat dua orang, Jawa Tengah empat orang, Sumatera Selatan dua orang, dari Riau empat orang, dari Nusa Tenggara Barat 20 orang, Nusa Tenggara Timur 10 orang, Sulawesi Barat lima orang, Aceh satu orang dan dari Banten dua orang.

Bacaan Lainnya

“Laki-laki berjumlah 146 orang, perempuan 33 orang. Total 179 orang,” kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pembedayaan BP2MI Kalbar, Andi Kusuma Irfandi.

Sebagai langkah awal deteksi potensi penjangkitan Covid-19 yang dimungkinkan dibawa oleh PMI tersebut, sebagian dari mereka telah jalani rapid test saat di PLBN Entikong.

“Di Entikong yang rapid test 50 orang. Hasilnya non reaktif semuanya,” jelasnya.

Sedangkan sisanya dilakukan rapid test oleh petugas kesehatan di Dinas Sosial. Tempat penampungan sementara sebelum mereka dipulangkan ke daerah asal.

Sejumlah 179 PMI yang dipulangkan itu, lagi-lagi karena masuk bekerja ke Malaysia tidak prosedural. Sebanyak 99 orang di antaranya tidak memiliki paspor. Ada pula lima orang lainnya, paspornya sudah mati. Selain itu, ada 72 orang tidak memiliki permit dan, tiga orang anak juga dipulangkan karena ikut orang tuanya.

Mereka yang dideportasi telah selesai menjalani masa hukuman dari otoritas pihak keamanan pemerintah Malaysia.

“Dari Januari sampai Mei ini, total PMI yang telah kita pulangkan sudah mencapai 1.982 orang,” tutupnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *