Bupati Landak Pastikan Bansos Covid Tidak Tumpang Tindih

CEK - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengecek data penerima bantuan Covid-19 di Desa Amboyo Inti, beberapa waktu lalu. (PROKOPIM LANDAK)

LANDAK, insidepontianak.com – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa memastikan bantuan Covid-19 untuk masyarakat tidak tumpang tindih. Dia pun memastikannya dengan turun langsung menyalurkan bantuan pangan di Desa Amboyo Inti beberapa waktu lalu.

“Kami upayakan agar bantuan tidak tumpang tindih. Jadi orang yang sudah mendapatkan satu jenis bantuan tidak akan mendapat jenis bantuan lainnya dan kami minta aparat desa serta masyarakat dapat mengawasi penyaluran bantuan tersebut,” tegas Karolin.

Bacaan Lainnya

Dalam situasi penanganan Covid-19, untuk membantu masyarakat yang kehilangan mata pencaharian atau berkurang mata pencahariannya dalam situasi saat ini, pemerintah mulai dari tingkat pusat, Provinsi hingga Kabupaten telah memberikan banyak bantuan.

Bantuan itu antara lain Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial yang saat ini distribusinya dilakukan oleh kantor Pos kepada 22 ribu masyarakat Kabupaten Landak yang masuk dalam data masyarakat miskin Kabupaten Landak. Selain itu, ada bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), kemudian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

“Kalau Bapak Ibu tidak mendapat bantuan BST dari Kemensos ini, masih ada lagi bantuan yang lain. Masih ada sekitar 13 ribu masyarakat Kabupaten Landak yang terdaftar sebagai penerima PKH, dan BPNT yang nanti dalam situasi Covid-19 ini ada penambahan,” terang Bupati Landak.

Mengingat BLT Dana Desa yang dianggarkan terbatas yaitu hanya 30 persen dari total anggaran dana desa, sehingga mungkin masih ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan. Tetapi Bupati Landak yakin jumlahnya sudah tidak banyak, dan masyarakat yang paling memerlukan sudah mendapatkan bantuan.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Landak juga menyediakan bantuan pangan berupa beras yang saat ini dalam proses penyaluran untuk masyarakat terdampak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *