Memaknai Hari Lahir Pancasila di Masa Pandemi Covid-19

ilustrasi Pancasila.

Tanggal 1 Juni ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Hari Pancasila yang dituangkan dalam KEPPRES No. 24 tahun 2016. Setelah ditetapkan sebagai Hari Lahirnya Pancasila, hari itupun juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Namun meskipun 1 Juni sudah ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila, apakah kita benar-benar sudah paham makna hari Pancasila itu?

Makna Hari Pancasila Tahun 2020

Lantas, apakah makna dari hari Pancasila yang jatuh 1 Juni bagi bangsa Indonesia? Tentu saja bukan  esensi hari Pancasila bukan perayaan meriah belaka, melainkan hari dimana sebagai bangsa Indonesia, kita harus senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, bukan hanya sekadar dasar negara atau tujuan berbangsa dan bernegara, melainkan juga menjadi Pancasila sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila harus senantiasa bisa dipergunakan sebagai jati diri atau identitas bagi bangsa Indonesia.

Pertama, berbicara Pancasila bukan hanya lima sila yang dibacakan dan didengar bersama pada saat upacara bendera, melainkan harus dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Melaksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari, Pancasila akan tertanam di dalam hati kita masing-masing, tidak hanya sekadar identitas bangsa melainkan juga sebagai identitas dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia.

Kedua, cintailah Indonesia beserta Pancasila sebagai dasarnya. Berawal dari rasa cinta terhadap bangsa sendiri, kita akan mengerti betapa pentingnya mengamalkan sila-sila Pancasila di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia, bahwa Pancasila diciptakan untuk memastikan kelangsungan kehidupan Indonesia. Pancasila adalah sesuatu yang tidak dapat digantikan dengan apa pun juga, sekarang dan akan datang.

Makna Hari Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19

Memperingati hari lahir Pancasila tahun ini yang jatuh pada hari Senin 1 Juni 2020 adalah peringatan Hari lahirnya Pancasila yang ke-75 yang diperingati dalam suasana kecemasan dan keprihatinan bagi bangsa Indonesia, dikarenakan bertepatan dengan merebaknya pandemi virus Corona yang oleh WHO disebut Virus Covid-19.  Per 30 Mei 2020 telah memakan korban di dunia sebanyak: terkonfirmasi= 5,92 Juta, sembuh= 2,49 Juta dan meninggal= 364 Ribu sedangkan  Indonesia: terkonfirmasi: 25.773, sembuh: 7.015 dan meninggal: 1.573 ( Kompas.com).

Namun kecemasan dan keprihatinan ini tidak membuat bangsa Indonesia pasimis dan terpuruk berkepanjangan, akan tetapi memberi semangat baru dan rasa optimis tinggi bahwa bangsa Indonesia akan bangkit melawan pandemi Covid-19 sampai titik penghabisan.

Pancasila sebagai Ideologi dan pedoman hidup dalam tatanan bernegara dan berbangsa, harus senantiasa menjadi penyemangat bangsa Indonesia dalam melawan pandemi Covid-19 dengan mengimplementasikan nilai-nilai dan butir-butir sila Pancasila. Sebagai bangsa yang Berketuhanan Yang Maha Esa senantiasa mengedepangkan ketakwaan dan keimanan, yang percaya bahwa pandemi Covid yang melanda dunia saat ini termasuk bangsa Indonesia adalah cobaan Sang Khaliq terhadap umat-Nya. Sebagai bangsa yang berketuhanan harus senantiasa menjalankan ibadah sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing sembari berdoa untuk segera dijauhkan cobaan pendemi Covid-19.

Sila Kedua Pancasila: Kemanusian yang adil dan beradab, memberikan makna kepada bangsa Indonesia dimasa Pandemi covid 19, untuk saling bergotong royong dan bekerja sama untuk saling bahu membahu membantu sesama yang terdampak  Pandemi Covid-19, Pemerintah harus mengelontorkan bantuan tunai dan non tunai begitu juga masyarakat yang mampu harus membantu masyarakat yang kurang mampu. Contoh: Pemerintah mengucurkan Bantuan Tunai Langsung, Bansos Kebutuhan Pokok bagi warga yang kurang mampu, pemberian bebas pembayaran rekening listrik untuk masyarakat kurang mampu dan banyak lagi bantuan-bantuan lain.

Contoh yang dilakukan masyarakat di DIY dengan membuka pasar sayur-mayur gratis bagi masyarakat yang terdampak Virus Covid-19, Selanjut di Banyumas Masyarakat berbagi dengan menggunkan istilah “Centol” yakni masyarakat yang mampu berbagi kebutuhan pokok kepada masyarakat yang kurang mampu dengan menyantolkan paket sembako di pagar rumah masing-masing untuk dapat diambil oleh masyarakat yang membutuhkan diutamakan masyarakat yang kurang mampu. Contoh hidup yang bahu membahu dengan semangat gotong royong ini harus selalu diamalkan oleh bangsa Indonesia dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Jadi, apakah kita siap menyambut peringatan Hari Pancasila tahun ini? Tentu kita siap, lebih setelah kita mengetahui pentingnya makna yang terkandung di dalamnya.

 

Penulis:

 

 

 

Dr. Ahmad Jamalong, S.Pd. M.Pd, dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *