Pemkot Pontianak Susun Protokol Kesehatan New Normal, Termasuk Warung Kopi

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono. (JEMI IBRAHIM)
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sedang menyusun protokol kesehatan sebelum melangkah pada tatanan kehidupan baru atau new normal di Kota Pontianak. Regulasi tersebut diharapkan mampu membuat pertumbuhan ekonomi lebih baik, namun tak mengesampingkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kita sedang menyusun protol kesehatan untuk rumah makan, restoran, warung kopi, mal, pasar dan rumah ibadah di Kota Pontianak,” kata Edi Rusdi Kamtono usai melaksanakan rapat koordinasi bersama Gubernur, Sekda dan Forkopimda di 14 Kabupaten Kota di Kalbar, Selasa (2/6/2020).

Bacaan Lainnya

Edi berharap dengan tatanan kehidupan baru nanti, aktivitas masyarakat tetap berjalan walau kondisi berbeda, dan memberikan efek pertumbuhan ekonomi. Di samping itu, protokol kesehatan juga harus sangat familiar dalam menjaga jarak, mengunakan masker, dan mencuci tangan.

“Ini syarat wajib yang harus dimiliki oleh tempat-tempat usaha termasuk di rumah-rumah. Setelah itu baru yang lain-lain,” ungkapnya.

Dia yakin, dengan terbiasanya menjauhi kerumunan dan tidak bersalaman, maka akan mengurangi percepatan penularan. Bahkan Edi pun berencana mengikuti saran Gubernur memasang CCTV di warung kopi untuk memantau aktivitas masyarakat dengan ketat.

“Selama ini kita juga terus mengingatkan dan mengimbau agar pemilik warung kopi tetap mematuhi protokol kesehatan. Dengan dipasangnya CCTV maka akan tampak siapa yang melanggar dapat dilihat,” terangnya.

Selain itu, para pengusaha juga harus membuat pernyataan untuk siap menyongsong tatanan new normal.

“Yang dulu satu meja berempat dan berlima dibatasi hanya dua. Tidak bisa lebih, dan akan diberikan tanda batas,” jelasnya.

Terakait kapan diberlakukannya kebijakan tersebut, dia mengaku masih mengacu petunjuk Pemerintah Pusat dan Provinsi.

“Sekarang saja di pasar dan warung kopi sudah normal, tapi kita belum menyetuji normal versi mereka, tapi versi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *