Sinergi Baik, Pengusaha Harap Bank Kalbar Berikan Stimulus di Tengah Covid

Ketua Bidang Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan UMKM Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalbar, Muhammad Rizal Edwin.
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ketua Bidang Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan UMKM Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalbar, Muhammad Rizal Edwin menilai sinergi yang terbangun antara Bank Kalbar dengan pengusaha telah berjalan dengan baik. Ke depan dia berharap bank plat merah itu dapat terus memberikan dukungan dalam bentuk stimulus keuangan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak virus Corona.

“Saya melihat sejauh ini sinergi antara Bank Kalbar dan pengusaha baik ya. Kami berharap agar Bank Kalbar benar-benar menjadi solusi bagi pengusaha. Pastinya dengan stimulus usaha yang kecil hingga menengah,” katanya kepada insidepontianak.com.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, stimulus keuangan dan bantuan lunak sangat dibutuhkan pelaku UMKM saat ini, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Meskipun tak dapat dipungkiri, perbankan juga dalam situasi merah karena kondisi sama.

“Kemungkinan kredit macet dan lain-lain, namun jika relaksasi perbankan bisa dijalankan, pastinya debitur juga melakukan komunikasi dua arah, dan semua akan baik-baik saja ke depannya,” katanya.

Dia menilai, krisis yang terjadi tahun 97′-98′ berbeda dengan yang terjadi di tahun 2020. Dulu, UMKM menjadi primadona dan tidak kena dampak. Namun sekarang semua terkena, apalagi para pengusaha rata-rata masih UKM.

“Jadi kalau ekonomi ke depan gak jalan, stimulus keuangan wajib dikeluarkan, dan di sana baru kita lihat perannya bank daerah khususnya Bank Kalbar. Saya kira begitu,” terangnya.

Edwin melihat, bulan Juni-Juli nanti, menjadi penentu kondisi ekonomi masyarakat, dan seberapa kuatnya UKM-UKM di Kalbar bertahan. Saat ini, tren online akan lebih akrab dan diutamakan, dan perlu waktu panjang untuk kembali normal.

“Makanya istilah new normal buat saya relatif, apalagi dalam dunia usaha. Meski banyak fleksibilitas termasuk mengenai stimulus keuangan,” paparnya.

Di sisi lain, dia memprediksi akan lahir banyak UKM baru yang hanya bertahan dengan usaha kagetan. Mereka terjun karena tuntutan hidup.

Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak, tidak hanya perbankan saja, tapi juga Pemerintah untuk melakukan edukasi, bimbingan mindset dan menyatukan otak dan otot buat bangun kembali bangsa ini.

“Samakan dulu visi pemimpinnya dengan warganya, mau dibawa ke mana ekonomi kita ini. Peran semua pihak sangat penting mulai dari eksekutif, legislatif, sampai warganya termasuk yang sudah terjun di dunia wirausaha ini sendiri,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *