Pasta Gigi, Sifat Cairan, dan Kebiasaan Kita

ilustrasi.

Dalam menggunakan pasta gigi sehari-hari, kira-kira Anda tipe yang mana? Yang menekan kemasan dari bagian bawah? Yang menekan dari atas? Atau bahkan Anda tipe yang menekan di sembarang sisi kemasan secara acak untuk mengeluarkan isi pasta gigi? Terlepas dari bagaimana cara Anda menggunakan pasta gigi tersebut, pernahkah mengamati tekstur dari pasta gigi yang digunakan? Kenapa diperlukan penekanan untuk mengeluarkan isi produk?

Pasta gigi merupakan jenis suatu fluida. Sifat aliran fluida dikelompokkan dalam 2 jenis, dalam buku Landasan Teknik Pangan yang ditulis oleh Hariyadi et al. (2019) dikenal dua jenis fluida yakni newtonian dan non newtonian. Fluida newtonian merupakan fluida yang sifat alirnya tidak dipengaruhi oleh suatu gaya. Salah satu contoh fluida jenis ini misalnya air. Pernahkah Anda mengamati bagaimana sifat alir air? Air akan tetap mengalir walau tidak diberikan gaya, sedangkan pada pasta gigi diperlukan sejumlah gaya berupa penekanan pada kemasan untuk mengeluarkan produk dan menggunakannya. Pasta gigi membutuhkan suatu gaya untuk dapat mengalir, inilah yang disebut fluida non newtonian di mana sifat alir suatu fluidanya dipengaruhi oleh adanya gaya.

Tekstur suatu produk termasuk sifat alirnya sangat mempengaruhi kualitasnya. Kualitas produk yang konstan tentu menjadi hal yang sangat dikontrol oleh para produsen. Untuk itu diperlukan suatu pengukuran dalam proses produksi. Sifat alir fluida berkaitan erat dengan kekentalannya. Viskositas atau kekentalan dalam proses produksi dapat menjadi salah satu indikator kerusakan maupun penyimpangan mutu. Oleh sebab itu diperlukan pengukuran untuk dapat mengkuantifikasikan suatu kekentalan produk.

Alat untuk mengukur kekentalan dikenal dengan sebutan viskometer. Dalam pengukuran viskositas, viskometer terbagi atas 2 jenis yaitu rotary viscometer dan force flow viscometer. Perbedaan utama dari kedua alat adalah pada prinsip dasarnya, pada rotary viscometer pengukuran didasarkan pada gaya rotasi yang ditimbulkan dari spindle yang berputar sedangkan pada force flow viscometer pengukuran didasarkan pada sifat alir fluida dalam tabung silinder.

Pengetahuan tentang sifat alir fluida sangatlah penting untuk diketahui terlebih dalam proses pengolahan pangan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Zhu et al. (2013) yang terbit dalam jurnal NCBI (National Center Biotecnology Information) menyebutkan bahwa makanan yang diolah dengan tingkat viskositas semipadat dapat menurunkan laju konsumsi yang berdampak pada berkurangnya rasa lapar, berbekal pengetahuan ini mungkin saja sifat ini dapat diaplikasikan pada pengolahan makanan khusus untuk orang yang menjalani diet guna memanajemen rasa lapar. Pengaplikasian sifat alir fluida ini juga dapat digunakan pada produk fortifikasi agar mendapatkan produk akhir yang mirip dengan produk aslinya seperti penelitian tentang penambahan dietary fiber dalam pembuatan yoghurt yang dilakukan oleh Stafollo et al. (2004) dalam International Dairy Journal Vol. 14 yang terbit di Elsivier.

Banyak sekali manfaat yang kita dapat dalam mempelajari rheologi suatu fluida, dengan berbekal pengetahuan ini kita dapat mengontrol serta memonitor mutu bahkan menghasilkan suatu produk guna menjaga kepuasan para konsumen terhadap produk kita.

 

Penulis:

Gita Anggita, mahasiswa pascasarjana ilmu pangan, Institut Pertanian Bogor.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *