Warga Punggur Kecil Demo Pemdes, Bansos Covid Dinilai Tak Tepat Sasaran

AKSI - Warga Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya menggelar aksi damai di halaman Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Punggur Kecil, Senin (8/6/2020) sore. ANDI

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Ratusan warga Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya menggelar aksi damai di halaman Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Punggur Kecil, Senin (8/6/2020) sore.

Mereka menuding bantuan beras dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa untuk masyarakat terdampak Covid-19 tidak tepat sasaran. Pemdes pun dinilai tidak transparan dalam penggunaan anggaran Dana Desa.

Bacaan Lainnya

Aksi yang digelar sekitar 14.30 WIB itu diawali beberapa pertanyaan massa kepada Kepala Desa Punggur Kecil, Adi Kusumajaya. Namun, aksi sempat memanas saat salah satu perwakilan massa memotong penjelasan yang disampaikan Kepala Desa. Beruntung aksi tersebut dapat diredam petugas keamanan yang berjaga di depan pintu masuk.

Salah satu perwakilan massa, Andi Apriadi mengatakan, aksi tersebut berawal dari keluhan masyarakat yang mengeluhkan bantuan beras dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinilai tak tepat sasaran.

“Kami melakukan tuntutan ini punya dasar, tidak sembarangan dan berawal dari keluhan masyarakat,” katanya.

Massa menilai, transparansi desa kurang masif. Pemdes hanya mengandalkan banner di depan kantor.

“Banyak masyarakat tidak tahu berapa anggaran desa per tahun,” ungkapnya.

Selain itu, ia menilai anggaran Dana Desa tak dimanfaatkan secara benar, dengan pembuatan beberapa jembatan dengan menggunakan pos anggaran yang terlalu besar. Padahal, masih banyak sektor yang harusnya mendapat perhatian.

Mereka juga menuntut delapan nota kesepahaman yang harus disetujui Pemdes.

Pertama, meminta transparansi penggunaan Dana Desa (DD) yang tidak hanya dicetak dan ditempel, tetapi tersampaikan secara jelas dan masif ke seluruh masyarakat, agar tidak ada lagi masyarakat yang mempertanyakan.

Kedua, meminta agar dilakukan perombakan jajaran dusun, BPD dan organisasi Karang Taruna Desa Punggur Kecil. Dengan mekanisme pemilihan mengutamakan musyawarah.

Ketiga, mereka meminta pihak desa segera membuat website resmi desa/dokumentasi digital yang berisi segala informasi terbaru di wilayah Desa Punggur Kecil, seperti dana penerima PKH dan bantuan sosial lainnya, jumlah penduduk, hal-hal terkait ekonomi, sosial dan budaya kemasyarakatan.

Keempat, mereka meminta program kerja tahunan yang jelas dari desa, dan diketahui secara detail oleh masyarakat agar tumbuh semangat gotong-royong di masyarakat.

Kelima, mereka meminta kejelasan keberadaan segala inventaris dan aset yang ada di wilayah Desa Punggur Kecil, baik aset tetap atau bergerak.

Keenam, mereka meminta kejelasan dan rasionalisasi alokasi anggaran yang ditetapkan dalam APBDES.
Ketujuh, meminta seluruh perangkat RT diikutsertakan dan berperan aktif menyampaikan dan bermusyawarah bersama desa dalam menentukan kebijakan dan penetapan APBDES, yang tidak hanya dilakukan secara formalitas saja.

Terakhir, meminta selambat-lambatnya nota kesepahaman ini terlaksana.

Mereka pun meminta pihak desa menyetujui nota kesepakatan tersebut. Namun pihak desa keberatan khususnya pada poin dua terkait perombakan jajaran dusun, dan BPD. Pemdes mengaku perombakan tersebut harus melalui mekanisme yang jelas karena punya masa jabatan dan ketentuan dari tingkat pendidikan yang harus disesuaikan dengan ketentuan.

Andi pun mengaku kecewa dengan Pemdes, yang dinilai tidak mau menunjukan bukti sejumlah pengeluaran selama penanggulangan Covid-19 seperti pengeluaran untuk disinfektan, ember dan perlengkapan lain.

“Karena Kepala desa tidak menunjukan bukti kuitansi maka kita akan melakukan tuntutan selanjutnya agar Kepala Desa Punggur Kecil mundur dari jabatanya,” pungkasnya.

 

Catatan: Redaksi memohon maaf karena melakukan kesalahan dalam pemberitaan awal dengan menulis bantuan dari Dana Desa tersebut sebagai Bantuan Sosial Tunai (BST). Yang benar adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT). BST merupakan bantuan yang keluarkan Kementerian Sosial. Terima kasih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar