Kisruh Bansos Covid-19, Camat Kakap Ungkap Penerima BST dari Data Kementerian Tahun 2015

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Camat Sungai Kakap, Rusdety memastikan data Bantuan Sosial Tunai (BST) maupun bantuan lain yang tidak termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) bersumber dari Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS) Tahun 2015.

Data lama yang tak diperbaharui itu diduga sumber masalah Pemerintah Desa (Pemdes).  “Data inilah yang menjadi masalah pokok kita di lapangan. Semua data hampir salah semua. Banyak yang layak dapat jadi tidak dapat,” katanya, kemarin.

Bacaan Lainnya

Untuk itulah pihaknya telah menyepakati untuk memperbaiki data. “Alhamdulilah sudah berapa kali rapat kita lakukan,” jelasnya.

Bahkan pihaknya juga telah memanggil Kepala Kantor Pos ke Kecamatan Sungai Kakap berkaitan penumpukan masyarakat dari empat desa penerima BST yang tak diketahui Pemdes Punggur Kecil.

“Jadi garis bawahi, kejadian yang terjadi saat pembagian BST Kantor Pos, Kepala Desa Punggur Kecil tidak tahu. Empat desa numpuk, sementara Kepala Desa Punggur Kecil tak tahu, dan Kepala Pos sudah minta maaf,” terangnya.

Berkaitan dengan permintaan ratusan masyarakat melakukan reshuffle, menurutnya sah-sah saja dilakukan asal sesuai aturan. Sebab ada landasan hukum mengenai hal tersebut baik Undang-undang (UU) Peraturan Bupati. Sehingga ketika mau melakukan perombakan, semua harus dilihat, mulai dari masa kerja, pendidkan dan semua syarat-syarat.

“Tetapi tuntutan massa tersebut bisa saja diubah jika memang tuntutan masyarakat. Nanti BPD, perwakilan DPR, masyarakat yang berada di desa untuk  RT ini kami minta ganti, aturannya bisa, kemudian dibentuk tim seleksi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan warga Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya menggelar aksi damai di halaman Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Punggur Kecil, Senin (8/6/2020) sore.

Mereka menuding penyaluran bantuan beras dan Bantuan Non Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa untuk masyarakat terdampak Covid-19 tidak tepat sasaran. Pemdes pun dinilai tidak transparan dalam penggunaan anggaran Dana Desa.

Aksi yang digelar sekitar 14.30 WIB itu diawali beberapa pertanyaan massa kepada Kades Punggur Kecil, Adi Kusumajaya. Namun, aksi sempat memanas saat salah satu perwakilan massa menyela penjelasan yang disampaikan Kades. Beruntung aksi tersebut dapat diredam petugas keamanan yang berjaga di depan pintu masuk. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar