Pemkot Pontianak Rilis Pedoman Protokol Kesehatan untuk Aktivitas Perdagangan dan Jasa

Warkop Aming telah menerapkan protokol kesehatan New Normal. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kota Pontianak mengeluarkan pedoman Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 untuk aktivitas perdagangan dan jasa. Acuan bagi pelaku usaha itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 34/EKON-SDA/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Pedoman Normal Baru (New Normal) Aktivitas Sektor Perdagangan dan Jasa (Pada Area Publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Pontianak.

Surat edaran itu disosialisasikan Pemkot Pontianak dengan mengundang para pengusaha di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (10/6/2020).

Bacaan Lainnya

Ada pun persyaratan operasional kegiatan perdagangan dan jasa tersebut, rinciannya; pelaku usaha wajib mendisinfeksi secara berkala di area mereka saat buka dan tutup; menyediakan fasilitas cuci tangan; memastikan pekerja memahami perlindungan diri dari penularan Covid-19 dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pelaku usaha juga harus menyediakan masker, sarung tangan dan face shield bagi pekerja; melakukan pengecekan suhu bagi pekerja dan konsumen; pengunjung wajib bermasker; memasang media informasi protokol kesehatan; melakukan pembatasan fisik 1,5 meter dengan mengatur jarak meja, jam masuk pekerja, dan memberi tanda khusus jarak; meminimalkan kontak dengan konsumen, bisa dengan memberi partisi pembatas, dan mendorong pembayaran nontunai.

Bagi sarana ritel dan untuk makan di tempat, pengusaha wajib mengontrol jumlah pengunjung masuk dengan dibatasi maksimal 50 persen kapasitas normal agar tidak terjadi kerumunan; layanan operasional pun hanya diperbolehkan sampai pukul 22.00 tiap harinya. Untuk hotel atau penginapan, dapat menyesuaikan sesuai aturan.

“Pemerintah akan menilai inovasi dan kreativitas pelaku usaha dalam menjalankan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penularan Covid-19, dan inovasi terbaik akan mendapat penghargaan Wali Kota Pontianak,” tulis edaran bertanggal 5 Juli 2020 yang ditandatangani Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono itu.

Protokol kesehatan ini berlaku untuk pasar tradisional, toko swalayan, restoran atau warung makan, warung kopi, mal dan hotel dan usaha sejenis.

“Pengelola usaha yang tidak mematuhi SOP Protokol Kesehatan akan ditindak dengan ketentuan yang berlaku (seperti penutupan sementara), sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Hasil evaluasi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 akan jadi dasarnya,”

Dalam surat itu, disebutkan apabila hasil pemantauan dan evaluasi selama pelaksanaan aktivitas perdagangan dan jasa terjadi peningkatan jumlah penularan Covid, maka surat edaran ini akan ditinjau kembali. (balasa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *