Sambut New Normal Pontianak, PHRI Siap Laksanakan Protokol Kesehatan

Ketua PHRI Kalbar, Yuliardi Kamal.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalbar menyambut baik penerapan new normal yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebagai salah satu sektor usaha yang terdampak, mereka pun siap menjalankan surat edaran Wali Kota terkait protokol kesehatan aktivitas perdagangan dan jasa.

“Pengusaha Hotel dan Restoran Kalimantan Barat mengapresiasi dan menyambut baik pedoman protokol kesehatan bidang ekonomi yang diberlakukan hari ini oleh Bapak Wali Kota Pontianak. Inilah yang kami tunggu-tunggu,” kata Ketua PHRI Kalbar, Yuliardi Kamal, Rabu (10/6/2020).

Bacaan Lainnya

Dengan adanya protokol kesehatan itu, dia berharap ekonomi dapat pulih secara bertahap karena perekonomian tetap berjalan meski dengan batasan-batasan yang digariskan Wali Kota.

View this post on Instagram

Pedoman Protokol Kesehatan Pelaku Usaha Pontianak. Adapun persyaratan operasional kegiatan perdagangan tersebut: 1. Pelaku usaha wajib mendisinfeksi secara berkala di area mereka saat buka dan tutup. 2. Menyediakan fasilitas cuci tangan. 3. Memastikan pekerja memahami perlindungan diri dari penularan Covid-19 dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 4. Menyediakan masker, sarung tangan dan face shield bagi pekerja. 5. Melakukan pengecekan suhu bagi pekerja dan konsumen. 6. Pengunjung wajib bermasker. 7. Memasang media informasi protokol. kesehatan. 8. Melakukan pembatasan fisik 1,5 meter dengan mengatur jarak meja, jam masuk pekerja, dan memberi tanda khusus jarak. 9. Meminimalkan kontak dengan konsumen, bisa dengan memberi partisi pembatas, dan mendorong pembayaran nontunai. 10. Mengontrol jumlah pengunjung masuk dengan dibatasi maksimal 50 persen kapasitas normal agar tidak terjadi kerumunan. 11. Layanan operasional hanya diperbolehkan sampai pukul 22.00 tiap harinya. Sumber: Surat Edaran Pemkot Pontianak Nomor 34/EKON-SDA/2020 #insidepontianak #graphicdesign #desain #pontianak #pontianakinformasi

A post shared by insidepontianakcom (@insidepontianakcom) on

“Kami berusaha bangkit agar bisa menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemkot Pontianak. Selain itu jika penerapannya berjalan baik, kami juga akan mempekerjakan lagi karyawan yang dirumahkan,” terangnya.

Selama pandemi Covid-19 tiga bulan terakhir, pengusaha hotel dan restoran sangat terdampak. Biaya operasional dengan pemasukan tidak seimbang. Akhirnya, beberapa anggota pelaku usaha memilih menutup tempat usaha dan merumahkan karyawan.

Dia pun memastikan pihaknya mendukung dan mengikuti protokol kesehatan yang tertuang dalam surat edaran Wali Kota Pontianak.

“Nanti yang pasti akan dilakukan adalah pengukuran suhu, penggunaan masker, dan phsichal distancing. Itu akan kami terapkan mulai dari tamu yang datang maupun karyawan yang melayani pihak tamu,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *