Diisukan Berakhir Damai, Polisi Pastikan Dugaan Korupsi Bansos Covid Lansia Berjalan

RILIS - Polres Mempawah saat merilis ke media perihal dugaan korupsi bansos Covid untuk lansia di Mapolres Mempawah, 19 Mei 2020. POLRES MEMPAWAH

MEMPAWAH, insidepontianak.com Polres Mempawah memastikan kasus dugaan korupsi bansos Covid untuk lansia di Mempawah tetap berjalan. Sebelumnya, sempat beredar isu liar, bahwa kasus yang menyandung Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) Yayasan Bustanul Ulum di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, berakhir damai.

Isu tersebut merebak dari mulut ke mulut warga Desa Parit Banjar. Mereka merasa heran jika kasus itu tiba-tiba berakhir damai.

Bacaan Lainnya

Tokoh pemuda Desa Parit Banjar, Heri Edwin mempertanyakan perkembangan kasus tersebut. Sebab jika benar damai, ada indikasi main mata dalam penanganan kasus korupsi tersebut.

“Sebagai masyarakat dan putra daerah asli Parit Bajar sudah sewajarnya kita mempertanyakan itu kepada pihak berwajib, karena ada isu liar yang mengatakan kasus tersebut sudah damai, apakah benar atau tidak,” katanya kepada insidepontianak.com, Kamis (11/6/2020).

Heri mengatakan, kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial tersebut tidak boleh senyap-senyap saja. Harus selalu dilaporkan perkembangannya oleh pihak kepolisian.

“Kita mendesak pihak kepolisian dalam hal ini Polres Mempawah segera menuntaskan kasus tersebut,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Paur Humas Polres Mempawah, Ipda Lidwina membantah isu liar yang beredar. Dia memastikan sampai detik ini penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi tersebut masih bergulir.

“Sampai saat kasus tersebut masih dalam penyidikan pihak kepolisian,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Desa Parit Banjar, Marlito mengatakan masyarakat harus mempercayakan penanganan kasus tersebut sepenuhnya kepada kepolisian.

“Jangan menyebarkan isu liar yang belum jelas sumbernya,” katanya.

Jika ada masyarakat yang mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi tersebut, adalah hal yang wajar. Namun tetap harus berpaku pada sumber jelas.

“Itu wajar saja, selaku Kepala Desa, saya harap kasus ini segera terungkap,” tutupnya. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *