Pecinta Sejarah Tanah Kayong Tolak Perubahan Nama Gunung Lalang Jadi Bukit Bunga

Kawasan Gunung Lalang di Sukadana, Kayong Utara. (Ist)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Wacana perubahan nama Gunung Lalang menjadi Bukit Bunga oleh Pemerintah Kabupaten  Kayong Utara, mendapat penolakan dari Pecinta Sejarah Tanah Kayong, Huda.

Huda yang aktif dalam berbagai penelitian sejarah di Kayong Utara, menyebutkan perubahan nama ini dapat menyulitkan sejarawan dan arkeolog yang akan meneliti sejarah di sana. Pasalnya, Kerajaan Tanjung Pura sangat luas dan masih banyak yang belum diungkapkan, baik makam dan peninggalan lainnya.

Bacaan Lainnya

“Jika dirubah namanya ini akan menyulitkan para sejarawan atau arkeolog untuk melakukan riset. Atas kesepakatan kawan-kawan dan beberapa kali kami diskusi, intinya kita prihatin atas sejarah di tanah Kayong, Tanjungpura, Sukadana. Tanjungpura ini kan luas, bukan hanya bicara Ketapang, Sukadana, Melano,” terang Huda, Selasa (16/6/2020).

Menurut Huda, dari berbagai buku sejarah Eropa, beberapa kali nama Gunung Lalang disebutkan di dalam buku tersebut.

“Gunung lalang ini merupakan gugusan dari gugusan bukit laut. Pengertian gugusan bukit laut yang disebutkan oleh Muller, itu membentang dari pulau Pelintu di Mentubang sampailah Tambak Rawang,” tambahnya.

Menurut Huda, kaitan kerajaan Tanjung pura dengan kerajaan lainnya memiliki keterkaitan, sehingga masih banyak hal yang belum dapat diungkapkan berdasarkan fakta dan peninggalan di masa itu. Sehingga dia berharap perubahan nama Gunung Lalang menjadi Bukit Bunga ini dapat dipertimbangkan pemerintah daerah.

“Sejarah kita inikan terpotong – potong, kita hanya taunya lokalistik, padahal kaitan (kerajaan) Tanjungpura ini sangat luas. Tanjungpura punya kaitan dengan Sambas, Pontianak, Mempawah, Sanggau, Sintang, Tayan, Meliau. Makanyanya salah satu tempat di Mulie itu, Gunung Lalang, kalau ini dirubah namanya Gunung Bunga, ini bahaya karena akan memutus mata rantai sejarah dengan yang lain,” paparnya.

“Niat dari Bupati sangat kita apresiasi mau membuat objek wisata baru, kalau mau menanam bunga apa pun tidak masalah tapi jangan mengganti nama karena itu dapat menghilangkan sebuah puzzle sejarah yang seharusnya kita dapat satukan,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Kayong Utara, Citra Duani mewacanakan bahwa ke depan daerah Gunung Lalang akan dijadikan objek wisata yang nantinya akan dikelola oleh desa.

“Gunung lalang ini akan kita jadikan objek wisata, tapi nanti namanya akan dirubah menjadi Bukit Bunga sehingga kalau terlihat dari bawah atau jalan, maka akan terlihat warna-warni bunga yang indah dan ini juga merupakan salah satu destinasi wisata yang nantinya akan dikelola oleh pihak desa,” ucapnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *