Sahkan Raperda, Pemkot Pontianak Pulihkan Sektor Pariwisata

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat pengesahan Raperda di DPRD Pontianak. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya memulihkan kondisi perekonomian yang terdampak akibat Covid-19. Langkah tersebut dilakukan dengan mulai diterapkannya adaptasi kebiasaan baru. Satu sektor yang terdampak adalah sektor kepariwisataan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, dampak yang paling besar akibat Covid-19 adalah sektor pariwisata. Kendati Demikian Edi optimistis  sektor pariwisata akan tumbuh seiring berjalan normalnya aktivitas transportasi.

Bacaan Lainnya

“Kalau transportasi sudah mulai berjalan dengan normal, otomatis pariwisata kembali mulai tumbuh,” ujar Edi Rusdi Kamtono usai menyampaikan pendapat akhir dan persetujuan bersama DPRD Kota Pontianak terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Selasa (16/6/2020).

Dirinya melihat beberapa tempat usaha sudah mulai melakukan aktivitas dengan tetap  menerapkan protokol kesehatan. Dengan  begitu ia pun optimis roda perekonomian sudah mulai bergerak, pertumbuhan ekonomi akan bangkit kembali.

Terkait empat Raperda yang disampaikan dalam pendapat akhirnya di DPRD Kota Pontianak, Edi menerangkan bahwa Raperda tentang kepariwisataan, operasional RT/RW, rencana industri 2019-2039 dan penyertaan modal pada Bank Kalbar.

“Untuk sektor kepariwisataan, dengan adanya Perda ini kita akan terus berupaya meningkatkan kepariwisataan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengatakan, keempat Perda tersebut sebelumnya sudah melalui pembahasan panjang. Pada hari ini merupakan pendapat akhir wali kota dan persetujuan bersama. “Tinggal dilaksanakan, begitu sudah diundangkan oleh wali kota baru bisa berjalan,” tuturnya.

Pria yang karib disapa Satar ini mengakui, dampak Covid-19 telah berimbas pada sektor pariwisata, perdagangan dan jasa maupun sektor-sektor lainnya. Ia berharap dengan mulai bergeraknya aktivitas perekonomian dalam tatanan kehidupan normal baru, bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini akan segera kita pulihkan agar Kota Pontianak kembali beradaptasi dengan kebiasaan baru,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *