Mahasiswa Kehutanan Tolak Rencana Proyek Pembangunan Kampus Rambah Arboretum Sylva

EDUKASI - Sekelompok anak SD berwisata dan menjadikan Arborethum Sylva Untan sebagai sarana edukasi, untuk mengenal berbagai jenis tumbuhan di Kalimantan Barat khususnya, dan Indonesia pada umumnya. (Muhlis Suhaeri/Insidepontianak)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan), menolak rencana pembangunan gedung prodi baru Fakultas Pertanian yang merambah kawasan Arboretum Sylva.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untan, Jero Haryono menyebutkan, lahan yang akan dirambah akibat pembangunan itu, pasti akan mengurangi data-data pohon yang ada.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Arboretum Sylva merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang berada di Kota Pontianak. Mestinya keberadaanya dilestarikan dan dikembangkan.

“Arboretum ini juga laboratorium kami untuk penelitian dan praktikum. Dan Untan pun sudah menetapkan Fakultas Kehutanan untuk menjaga kawasan ini,” katanya, Rabu (17/6/2020).

Karena itu, kata dia Civitas Kampus Kehutanan tegas menolak apapun pembangunan yang akan merambah kawasan Arboretum Sylva.

“Pembangunan di lahan Arboretum tentu saja akan mengurangi fungsi dari kawasan ini. Seperti itu,” ujarnya.

Penolakan mahasiswa terkait dengan rencana pembangunan prodi baru oleh Fakultas Pertanian yang merambah kawasan Arboretum Sylva sudah disampaikan ke Pihak Kampus Fakultas Kehutanan..

“Kami sudah konsolidasi dengan fakultas (Kehutanan). Fakultas pun sudah menyampaikan penolakan kami dengan pihak rektorat. Kami akan terus mengawal ini. Kami turus mengumpulkan informasi,” katanya.

Fakultas Pertanian sampai sekarang kata Jero belum menyampaikan apa pun terkait klarifikasi soal penolakan rencana pembangunan itu.

“Sejauh ini, Fakultas Pertanian belum memberi informasi mereka mau lanjut atau tidak,” tutupnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Saya juga menolak dengan pembangunan prodi baru fakuktas pertanian yang merambah ke kawasan arboretum sylva untan. Kawasan arboretum kawasan tempat pendidikan, ruang terbuka hijau yg berda di tengh kota pontianak, penelitiaan prtaikum dll. Perambhan tersebut akna mengurangi jenis pepohon ada di kawasan tersebut. Berharap kpd f.pertanina dan rektor untan untuk melakukan pembangunan prodi baru di kawasan arboretum dengn beralih memilih tempat lain.

  2. Saya juga menolak dengan pembangunan prodi baru fakuktas pertanian yang merambah ke kawasan arboretum sylva untan.Perambhan tersebut akna mengurangi jenis pepohon ada di kawasan tersebut.
    Saya sangat berharap kpda f.pertanian dan rektor untan untuk tidak melakukan pembangunan gedung untuk prodi baru tersebut dikawasan arboretum sylva untan

  3. Saya merasa sangat prihatin sebenarnya mengenai kebijakan baru yang di buat, tapi ada baiknya pemerataan pembangunan ke semua prodi harus lah tepat, coba liat kondisi kampus 2 dan kampus 3 seperti kampus buanggan, khususnya kampus 3 prodi pendidikan jasmani, kurangnya fasilitas olahraga, bangunan untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan juga seadanya, begitu pula lokasinya jauh sekali dari fakultas, segala informasi yang terbaru dari fakultas terkadang tidak cepat sampai, mohon kepada petinggi di “UNIVERSITAS TANJUNG PURA” mencanangkan lagi masalah itu.