Sujiwo Umumkan Rencana Pengunduran Diri Secara Terbuka di Depan Ratusan Pendukung

Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sujiwo resmi menyampaikan rencana pengunduran dirinya sebagai wakil bupati Kubu Raya secara terbuka di kediamannya, Jalan Sungai Raya Dalam, Sabtu (20/6/2020). Ratusan pendukung hadir untuk mendengarkan alasan Sujiwo terkait dengan keputusannya tersebut.

Di hadapan para pendukungnya, Jiwo menyebutkan sudah menyampaikan rencana pengundurannya ke Gubernur Kalbar selaku perwakilan Pemerintah Pusat.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah lapor Gubernur. Gubernur melarang saya. Bahkan beliau marah kepada saya. Ketua DPD pun melarang saya,” katanya saat konfrensi perss disaksikan ratusan pendukungnya.

Namun, Jiwo menegaskan keputusanya sudah bulat. Dia meminta maaf kepada seluruh pendukungnya atas keputusan itu.

“Ini pilihan saya, supaya daerah tetap kondusif. Biar saya jadi korban,” ujarnya.

Sujiwo memastikan Senin lusa, akan menyampaikan surat pengundurannya secara resmi ke seluruh partai-partai pengusung Muda-Jiwo.

“Hari Senin, silakan teman-teman media, saya akan menyerahkan surat pengunduran diri saya kepada partai pengusung,” katanya.

Kalau disetujui oleh partai pengusung kata Jiwo, maka prosesnya selanjutnya, akan dibawa ke pleno DPRD Kubu Raya. Setelah mendapat persetujuan dari DPRD, barulah disampaikan ke Kemendagri.

“Ini merupakan keputusan yang final yang terbaik bagi saya,” tuturnya.

Jiwo menyebutkan, alasannya mundur sebagai wakil bupati Kubu Raya karena merasa selama ini dia tidak pernah dilibatkan dalam berbagai hal. Dia pun menuding Bupati Muda Mahendra telah semena-mena.

“Selama tiga tahun ini, sudah tiga kali pembahasan APBD. Dua APBD murni dan satu APBD Perubahan. Sekalipun saya tidak pernah dilibatkan dalam pembahasannya,” katanya.

Selain itu, Jiwo juga menyebutkan, selama menjabat wakil, tidak pernah mendapat pendegelasian dari bupati.

“Masih banyak lagi. Selama setahun ini, apa perlakuan ke saya? Saya akan beberkan semua sampai waktunya,” ucapnya.

Jiwo pun menantang Bupati Muda agar berani jujur. Tidak selalu melakukan pembenaran atas kesewenang-wenangan yang diberikan terhadapnya selama ini.

“Saya ingin supaya bupati silakan menjawab. Sebelum pelantikan saya sudah dikhianati. Saya tahu diri kewenangan sebagai wakil. Tapi ingat waktu kita berjuang dulu,” katanya.

Ratusan pendukung Jiwo yang datang kekeh meminta Jiwo tak mundur. Komplek rumah Jiwo dipadati para simpatisan. Anjuran sosial distancing mencegah penularan Covid-19 sudah tak dipedulikan.

Para pendukung Jiwo mengancam akan datang dengan massa yang lebih besar jika Jiwo benar-benar mundur dari kursi nomor dua di Kubu Raya tersebut. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *