Akses Jalan Terputus, BPBD Sulit Jangkau Titik Banjir Ketapang

BAGIKAN - Warga saling bantu mendistribusikan bantuan untuk korban banjir Ketapang kemarin.

KETAPANG, insidepontianak.com – Akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan, 16 desa di dua kecamatan Kabupaten Ketapang terendam banjir. Akses jalan yang terputus pun menyulitkan evakuasi dan distribusi bantuan.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, di Kecamatan Jelai Hulu ada 13 desa terdampak banjir, sedangkan Manis Mata tiga desa.

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang melalui BPBD terus berupaya melakukan evakuasi, dan penyaluran sembako kepada masyarakat terdampak.

Kepala BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro mengatakan kondisi air pasang menyulitkan akses menjangkau titik lokasi. Ditambah lagi akses komunikasi yang terbatas sehingga laporan yang masuk menjadi lamban.

“Kami tetap berupaya maksimal, saat ini kami sudah menyalurkan beras, mi instan yang menjadi kebutuhan keluarga di sana. Akses komunikasi juga terbatas sehingga menyulitkan kami, bahkan sekarang kami belum mengetahui kondisi personel,” ungkap Yunifar Purwantoro, Selasa (23/6/2020).

Saat ini BPBD baru dapat menjangkau tiga desa di Kecamatan Jelai Hulu. Sedangkan Kecamatan Manis Mata baru dapat menjangkau satu desa. Alasannya, karena akses jalan menuju desa lain terputus.

“Karena susahnya medan yang dilalui karena akses jalan terputus akibat tingginya genangan air,” katanya.

Diterangkannya, ada beberapa masyarakat yang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Dengan dibantu petugas Kepolisian dan TNI, pihaknya terus melakukan evakuasi, baik masyarakat maupun harta benda yang dapat diselamatkan.

“Untuk di Jelai Hulu sudah ada masyarakat yang mencari tempat tinggal ke tempat yang lebih tinggi, atau ke Kantor Desa. Untuk (desa) sisanya kita belum mendapatkan informasi karena susahnya jalur komunikasi,” tambahnya

Sementara itu Camat Jelai Hulu, Markus menjelaskan beberapa desa masih mengalami banjir, namun dua desa sudah surut. Bantuan pemerintah pun sudah mulai disalurkan kepada masyarakat yang terdampak. Walau belum menjangkau seluruh warga.

“Masyarakat ada yang mengungsi tempat keluarga, dan fasilitas pemerintah dan sudah dapat bantuan sembako dari pemerintah, walaupun belum semua desa. Kami mengutamakan desa terparah,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *