Hutan Untan Jadi Sasaran Pembalakan Liar, Diduga Melibatkan Aparat

Kepala Seksi (Kasi) III Gakkum LHK Pontianak, Julian.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) milik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak di Desa Parit Bugis, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah menjadi sasaran pembalakan liar. Ratusan batang kayu ilegal berhasil diamankan tim gabungan dalam operasi penertiban yang digelar Rabu (24/6/2020) lalu.

Selain kayu, petugas turut mengamankan 10 pekerja yang tengah beraktivitas. Hasil penyelidikan sementara, lahan KHDTK tersebut diduga telah diklaim dimiliki salah warga berinisial EK. Kini kasus ini masih didalami karena terindikasi keterlibatan oknum TNI.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi (Kasi) III Gakkum LHK Pontianak, Julian mengatakan terungkapnya kasus ini berawal dari temuan Fakultas Kehutanan Untan adanya kegiatan ilegal logging di wilayah KHDTK Untan.

“Kemudian Dekan Fakultas Untan melaporkan kepada kita untuk dilakukan tindakan-tindakan penertiban sejak Januari,” katanya kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).

Selanjutnya, Gakkum LHK Pontianak melakukan penertiban. Dari hasil tersebut pihaknya telah sepakat untuk memberi peringatan keras.

“Terkait dengan pondok dan barang bukti di lokasi saat itu kita musnahkan, dan terduga pelaku kita mintai keterangan untuk mengetahui motifnya,” terangnya.

Selang beberapa minggu, Dekan Fakultas Kehutanan kembali melaporkan dugaan penguasaan tanah KHDTK yang dilakukan salah satu oknum. Hal ini diketahui dengan adanya SHM dan Surat adat. Koordinasi dengan berbagai pihak pun dilakukan.

“Kita sepakat mengadakan pertemuan. Setelah pertemuan itu direncanakan penengakkan hukum karena ada indikasi masih berlangsung ilegal logging,” ungkapnya.

Operasi gabungan yang dilakukan kemarin melibatkan berbagai pihak termasuk Korem 121/Abw karena ada indikasi keterlibatan oknum. Kendati demikian, indikasi tersebut masih dalam penyelidikan.

“Kita belum tahu keterlibatannya berapa orang, termasuk perannya semuanya masih kita dalami,” jelasnya.

Pihaknya pun turut mengamankan 10 pekerja dalam operasi tersebut yang kini masih dalam pemeriksaan.

Gakkum KLHK Pontianak juga terus melakukan koordinasi dengan aparat Kepolisian Polda Kalbar guna pengungkapan kasus itu. Sebelumnya, operasi penertiban ilegal logging di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Korem 121 ABW, Kodim 1201/Mph, SPORC Gakkum KLHK, Polres Mempawah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, KPH Mempawah dan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak. Pengungkapan itu berhasil mengamankan ratusan kayu ilegal dan sejumlah pekerja. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *