Kapal Nelayan Mempawah Karam di Natuna, Enam Selamat Satu Meninggal

Ilustrasi.
banner 468x60

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Seorang warga asal Kelurahan Pasir Wan Salim, Kuala Mempawah, Husaini (54) dikabarkan meninggal dunia saat kapal nelayan KM Sidik miliknya karam diterjang ombak, Senin (29/6/2020) dini hari di perairan Laut Natuna.

Kapal yang diketahui mengangkut enam ton ikan yang bertolak dari dermaga Desa Tanjung, Kecamatan Bungaran Timur Laut, Natuna pada 28 Juni kemarin hendak menuju ke Pelabuhan Kuala Mempawah, Kalbar.

“Saat peristiwa karamnya KM Sidik yang memiliki tujuh orang awak kapal, enam diantaranya dinyatakan selamat, dan satu meninggal,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna, Mexianus Bekabel.

Dari tujuh orang korban, lima di antaranya asal Mempawah yakni Husaini (54), Forgan (50), Sudarman (50), Alfian (53), dan Teguh (29), dan Jamuris (55) asal Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut Natuna, serta Lendra (53) asal Pontianak.

Lebih rinci, Mexianus menerangkan, para korban kapal karam tersebut terombang-ambing selama tiga jam di tengah laut. Beruntung mereka diselamatkan oleh kapal tanker milih China yang sedang melintas.

“Mendapat informasi dari kapal tanker China itu, Tim SAR gabungan bergerak sekitar 50 mil dari pelabuhan Penagi menuju ke titik koordinat untuk kemudian melakukan evakuasi,” bebernya.

Sementara itu, Meri (40) istri Husaini, korban meninggal dalam peristiwa karamnya KM Sidik membenarkan kejadian tersebut.

Dia menuturkan, korban sempat berpesan kepadanya agar kembali ke orang tua di Ketapang jika terjadi apa-apa terhadap dirinya selama perjalanan pulang menuju Kuala Mempawah dari Natuna.

“Sebelumnya dia sempat berpesan, jika terjadi apa-apa pada dia, saya disuruh pulang ke orang tua di Ketapang,” lirihnya.

Kerabat dekat korban, yang tinggal di RT 10 RW 05, Kelurahan Pasir Wan Salim, Edi mengatakan pertama kali mendapat kabar karamnya KM Sidik dari teman yang ada di Natuna.

“Kami diberi tahu bahwa Husaini meninggal dunia dalam peristiwa karamnya KM Sidik di Natuna dari teman bernama Syarif Mulyadi,” katanya.

Saat ini kata Edi, pihak keluarga masih berunding apakah jenazah Husaini akan dibawa ke Kuala Mempawah atau ke Ketapang.

“Kita berunding dulu bersama keluarga, karena almarhum ini menikah dengan orang Ketapang,” tutupnya. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *