Pegiat Seni dan Usaha Penyewaan Alat Musik di Mempawah Sempoyongan Selama Pandemi

HIBUR - Salah satu band pengiring acara resepsi pernikahan di Mempawah tengah menghibur tamu undangan beberapa waktu lalu. Sejak pandemi, mereka tak bisa lagi bekerja sebab adanya larangan pelaksanaan resepsi pernikahan. ISTIMEWA

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Pegiat seni hiburan dan penyewaan alat musik di Kabupaten Mempawah seolah sempoyongan selama pandemi Covid-19. Usaha kecil yang mereka geluti lumpuh total karena tidak ada satupun acara pernikahan yang dapat terselenggara.

“Selama pandemi Covid-19, Gubernur melarang pesta pernikahan dilaksanakan secara besar-besaran, artinya tidak ada hiburan, tidak ada yang menyewa alat musik,” kata pegiat seni dan usaha penyewaan alat musik asal Kabupaten Mempawah, Heri Edwin, Senin (29/6/2020).

Bacaan Lainnya

Dia ingin Pemerintah Daerah memberikan solusi, atau kebijakan yang dapat meringankan beban mereka selama pandemi ini.

“Bagaimana kita tidak merintih kesakitan, walaupun tidak ada luka di badan, tapi larangan itu hanya sekadar larangan yang tidak disertai solusi kepada kami pemilik usaha kecil-kecilan ini,” keluhnya.

Heri menyebutkan, para pegiat seni seperti mereka juga salah satu yang harus dipikirkan oleh Pemerintah. Sebab tidak sedikit dari mereka yang hanya punya modal pas-pasan dan punya kru yang cukup banyak.

“Kami ini seperti perusahaan yang membawahi banyak karyawan, meskipun tidak ada kejelasan struktural dalam kelompok seni, tapi kami semua bekerja sama dan berbagai hasil,” katanya.

Dia menuturkan, setiap kepala yang ada dalam kru mereka, semuanya punya keluarga yang harus dinafkahi. Dan sampai saat ini, tidak ada menerima bantuan apa pun dari Pemerintah.

“Kami cuma mau pemerintah memberikan solusi, baik itu berupa bantuan, kompensasi, atau apalah yang bisa meringankan beban kami ini,” mintanya.

Di tempat berbeda, Ahmad Boros, salah satu pegiat seni fotografi yang merintis usaha dan bergantung pada acara pernikahan juga berharap hal serupa.

“Selama ini kami hanya bertahan di tengah terpaan pandemi Covid-19, tidak ada bantuan apa pun. Semoga saja ada perhatian khusus untuk masyarakat yang mencari nafkah di bidang seni seperti kami,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar menjelaskan bahwa saat ini Kalimantan Barat masih dalam kategori zona kuning dan oranye. Jika sudah masuk zona hijau barulah resepsi pernikahan bisa dilakukan.

Menurut Ahmad, larangan itu tidak salah sama sekali jika demi kepentingan masyarakat luas. Namun tidak hanya lepas di situ saja. Harus ada yang menyambung napas mereka selama larangan itu diberlakukan.

“Larangan itu sama saja dengan pandemi Covid-19, artinya kita sama-sama tidak tahu kapan akan berakhir, lalu apakah kami akan terus berjuang untuk bertahan. Kami harap ada bantuan dari Pemerintah,” pungkasnya. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *