Jahe Seduh ‘Sinkari’ Singkawang Gandeng Puluhan Tenaga Kerja Lokal

PRODUKSI - Bella Aditya, owner Jahe Sinkari menunjukkan jahe olahan yang diproduksi dan ditanam di Singkawang, Selasa (30/6/2020). ISTIMEWA
banner 468x60

SINGKAWANG, insidepontianak.com – Produk jahe olahan Sinkari yang diproduksi di Singkawang melibatkan puluhan tenaga kerja lokal. Racikan minuman siap seduh tersebut, pertama kali dikenalkan oleh seorang dokter April lalu.

Meski baru beberapa bulan hadir, jahe Sinkari mulai populer, terutama di masa pandemi seperti ini. Sebagian orang percaya bahwa jahe terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Bacaan Lainnya

Jahe yang menjadi bahan dasarnya merupakan jahe yang ditanam di kawasan Karimunting. Di atas lahan seluas 15 hektare, jahe-jahe tersebut tumbuh subur.

“Jahe kami tanam di kebun seluas sekitar 15 hektare yang dibagi dalam 30 bagian. Jahe tersebut dipanen dan diseleksi dengan melibatkan warga sekitar kebun,” kata Bella Aditya, owner Jahe Sinkari, Selasa (30/6/2020).

Dia menceritakan awal mula menanam jahe di kebun miliknya di Karimunting pada akhir 2018 lalu. Bibit yang digunakan murni jahe lokal dari pamannya yang sudah lebih dulu memiliki usaha kebun jahe di daerah Rasau Jaya, Kubu Raya.

“Dari situ saya belajar,” ucapnya.

Dalam satu bulan, jahe mentah yang diproduksi di kebunnya itu mencapai sekitar 15 ton. Sementara untuk produksi jahe seduh, satu bulan sementara hanya membutuhkan bahan baku sebanyak 1,5-2 ton jahe.

Sebelum memproduksi jahe seduh untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas ini, dia hanya menjual hasil kebunnya di pasaran lokal. Sampai sekitar empat bulan lalu jahe Sinkari diproduksi.

Dalam usahanya, Bella berkomitmen untuk melibatkan masyarakat setempat. Untuk kebun jahe saja, sampai saat ini ada 15 warga yang bekerja di sana. Sementara untuk produksi jahe seduh, meski masih berskala industri rumahan, karyawan yang dilibatkan sudah mencapai delapan orang.

Mereka yang dilibatkan juga warga sekitar tempat produksi. Dengan jumlah pekerja delapan orang di sana mampu memproduksi sekitar 250 bungkus jahe seduh per hari.

“Kerjanya Senin sampai Sabtu, jadi seminggu bisa produksi kurang lebih 1.500 bungkus,” terangnya.

Bahkan mulai bulan depan, dia akan menambah tiga karyawan untuk meningkatkan produksi. Dari yang saat ini mampu memproduksi sekitar 250 bungkus per hari bisa menjadi 300-an bungkus.

“Mungkin saya akan tambah tiga atau empat orang karyawan lagi. Tempat tetap di sini, kebetulan space masih ada, jadi kami memaksimalkan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *