Polisi Dalami Keterlibatan Pacar Pembuang Bayi di Bak Sampah Siantan Hulu

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin.
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Teka-teki pelaku pembuangan bayi laki-laki di bak sampah di Jalan Parit Pangeran, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara telah terungkap. Pelakunya DL, pembantu rumah tangga sebuah ruko di Siantan. Pasca mengamankan DL, kini polisi tengah mendalami keterlibatan AL, pacar DL.

“Saat ini masih kita dalami dan mengembangkan. Proses pembuangan ini apakah ada pengaruh, ada perintah ataupun ada petunjuk AL, karena tidak menutup kemungkinan dia bisa turut serta dalam kejadian ini,” kata Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin, Selasa (30/6/2020).

Bacaan Lainnya

Dari pengakuan DL, bayi malang tersebut merupakan hasil hubungan gelapnya dengan AL. Perbuatan itu dilakukannya tahun lalu.

“Dia berpacaran tahun lalu, dan melakukan hubungan sebanyak tiga kali. Setelah tahu DL hamil, AL menghilang, tak tahu di mana rimbanya,” ungkap Komarudin.

Pascaditinggal tanpa tanggung jawab, DL pun bingung. Dia berusaha menutup rapat kabar tersebut. Sampai-sampai, saat terungkapnya kasus itu, barulah majikannya tahu DL berbadan dua.

Niat membuang bayi itu pun muncul setelah DL melahirkan bayinya sendiri di kamar, Selasa (23/6/2020) pukul 08.00 WIB. Meski sempat 14 jam bersama bayi, niat itu tak diurungkan.

“Bayi malang itu merupakan bayi yang tak diinginkan pelaku,” jelasnya.

Sebelum dibuang, DL sempat membersihkan sang bayi. Bayi itu sempat menangis meski sebentar.

“Pelaku juga sempat keluar mengambil gunting dan memotong ari-ari,” ungkapnya.

Pukul 22.00 WIB, DL pun kelancaran aksinya. Bayi malang itu dibuang dengan menggunakan motor majikan. Bayi tersebut dimasukkannya ke kardus beralasan kain. Selanjutnya diletakkan di bak sampah.

Esok harinya, DL masih bekerja sebagai pembantu, Rabu (24/6/2020) pagi. Barulah, siang hari dia pamit kepada manjikan untuk pulang kampung ke Sanggau. Namun, sebelum pergi, DL tak membersihkan bercak darah yang menempel di kasur dan lantai.

“Setelah itu muncul bau yang tidak sedap. Dicek majikannya ke kamar DL, ternyata ada bercak darah dan bau yang tidak sedap. Dari sinilah awal kita melakukan pendalaman,” paparnya.

Petugas kepolsian yang mendapatkan informasi itu lantas melakukan penyelidikan dan mencocokkan sampel darah di kasur dengan bayi.

“Hasil pemeriksaan ternyata identik dan cocok dengan bayi tersebut,” tegasnya.

Berdasarkan fakta itulah, DL tak dapat mengelak. Dia akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Pontianak Utara, Minggu (28/6/2020).

Kini, DL telah mendekam dalam jeruji besi. Dia dijerat dengan pasal 77 B Jo. J6 B. UU 35 tahun 2014 tentang perubahan tentang UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman di atas lima tahun,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bayi laki-laki ditemukan di bak sampah Jalan Parit Pangeran, Kelurahan Siantan Hulu, Rabu (24/6/2020). Bayi tersebut diperkirakan baru saja dilahirkan saat dibuang. Ini terlihat dari pusar yang belum terpotong.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *