Bedah Rumah Tidak Layak Huni Buka Empat Ribu Lapangan Kerja

PASANG - Bupati Kayong Utara, Citra Duani memasang stiker di rumah yang mendapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), kemarin.

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Di tengah pandemi Covid-19, bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kayong Utara diprediksi akan menyerap lapangan kerja mencapai empat ribu lebih. Di tahun 2020 ini, Kayong Utara mendapatkan bantuan 926 unit rumah yang tersebar di enam kecamatan.

“Satu rumah itu minimal tukangnya lima orang, upahnya Rp2.500.000 jadi per orang bisa Rp500.000 jadi bisa saja tukangnya dua orang saja. Kalau lima orang upah tukang kita bagi dengan jumlah anggaran tukang Rp2,3 Miliar maka ada 4.000 lapangan kerja baru,” terang Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kayong Utara, Tommy Djunaidi, Rabu (1/7/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Tommy Djunaidi, dibandingkan dengan kabupaten lain, Kayong Utara termasuk kabupaten terbanyak yang mendapatkan bantuan. Dalam pengusulan bantuan bedah rumah ini, pihaknya terkendala dalam memverifikasi rumah tidak layak huni. Sehingga diharapkannya dalam verifikasi rumah tidak layak huni ini Pemerintah Daerah bisa bekerja sama dengan desa.

“Yang belum terverifikasi empat ribu lebih, kabupaten lain mungkin lebih dari itu, tapi jumlah yang kita dapat lebih besar bila dibandingkan tempat yang lain. Lantai, dinding, atap, non fisiknya status perkawinan, jenis pekerjaan, keterangan tanahnya, itu syarat adminstratifnya, ini yang terkendali verifikasi,” ungkap Tommy Djunaidi.

Untuk anggaran bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui dua pendanaan, yaitu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBN. Diharapkannya, masyarakat yang bekerja langsung dan bahan material yang digunakan diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Upah tukang kalau kita hitung bisa mencapai Rp2,3 Miliar, untuk bahan bangunan sekitar Rp13 Miliar. Uang ini harus beredar di Kayong, agar berdampak kepada masyarakat,” tambahnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *