Dukung Gubernur, Syarif Amin: Pekerja Proyek di Kalbar Harus Berkualifikasi

Wakil Ketua DPRD Kalbar, Syarif Amin.
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Amin Muhammad mendukung keinginan Gubernur Sutarmidji agar proyek infrastruktur di Kalbar dikerjakan perusahaan bonafide. Bukan perusahaan abal-abal.

Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan agar tak menimbulkan masalah dalam pembangunan infrastruktur.

Bacaan Lainnya

“Saya setuju dengan keinginan beliau. Pak Gubernur mengiginkan proyek apa pun yang dikerjakan perusahaan-perusahaan yang secara kualifive, terbukti, dan teruji,” ujar Syarif Amin Muhammad, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya kualifikasi-kualifikasi tersebut merupakan keharusan. Dengan dikerjakan orang-orang yang profesional, di bidangnya, dia yakin hasil yang didapat baik dan selesai tepat waktu.

“Bukan sekonyong-konyong baru timbul kemarin perusahaannya langsung dapat kerja di Kalbar. Kita gak mau nanti dalam perjalanannya bermasalah atau mangkrak,” terangnya.

Jika diberikan kepada perusahaan abal-abal dan berdampak pada masalah pengerjaan, tentu yang akan dirugikan masyarakat.

“Apa yang dikehendaki masyarakat dalam pembangunan itu tidak tercapai,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Kalbar Sutarmidji menyampaikan keinginannya agar proyek infrastruktur di Kalbar dikerjakan perusahaan bonafide. Menurutnya, kontraktor yang biasanya hanya menunggu termin, identik dengan perusahaan dengan modal pas-pasan. Imbasnya pekerjannya berpotensi molor.

“Ini kalau yang nunggu termin, begitu dia dapat (termin) dia beli mobil. Nanti kerjenya,” sebutnya.

Di sisi lain, ada juga perusahaan kontraktor yang punya modal namun tak mau ambil termin, juga menjadi masalah. Karena akan berpengaruh terhadap serapan anggaran.

“Kadang yang punya modal ini, manas juga kita. Termin dia tak ambil. Akhirnya penyerapan anggaran dianggap rendah. Ini juga salah,” tuturnya.

Karena itu, Sutarmidji meminta ada evaluasi terhadap kontraktor-kontraktor yang akan ikut tender. Agar semua proyek pembangun dikerjakan dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas.

“Saya ingin semua APBD dikerjakan oleh kontraktor lokal,” ujarnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *